Jakarta, CNN Indonesia -- Penegak hukum mengungkapkan jumlah uang yang dikirim oleh Frans Antoni, yang berperan sebagai bendahara untuk bos gembong narkoba Fredy Pratama, dalam periode tujuh tahun antara 2017 hingga 2023. Brigjen Eko Hadi Santoso, dari Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, menyatakan bahwa selama rentang waktu tersebut, Frans telah melakukan pengiriman uang sebanyak 168 kali, dengan setiap transfer memiliki nilai minimal Rp1 miliar.
Rincian Pengiriman Uang
Eko menjelaskan bahwa dalam sebulan, Frans dapat melakukan dua hingga tiga kali pengiriman uang kepada Fredy. Proses pengiriman uang ini dilakukan dengan cara menukar rupiah menjadi dolar Singapura (SGD) sebelum dikirimkan ke Fredy yang berada di Thailand. "Uang hasil penjualan narkotika tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut langsung oleh Frans Antony," ungkap Eko.
Strategi Tersembunyi dalam Transaksi
Modus yang digunakan dalam pengiriman uang ini bertujuan untuk memecah atau menyamarkan transaksi dari hasil bisnis peredaran narkoba mereka. "Modus utama yang digunakan adalah menukarkan uang hasil kejahatan narkotika, khususnya pecahan 1.000 dolar Singapura, di sejumlah money changer yang tersebar di Indonesia," imbuhnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengumumkan penangkapan Frans di Malaysia pada Jumat (19/6). Selama masa pelariannya, Frans mendapatkan bantuan dari orang suruhan Fredy yang merupakan warga negara Thailand. Meskipun demikian, Fredy hingga saat ini masih buron dan diduga bersembunyi di luar negeri, sering berpindah lokasi, termasuk di Thailand dan Kamboja. Sosok Fredy, yang juga dikenal sebagai Miming atau Cassanova, memiliki pengaruh yang kuat di kawasan Asia Tenggara, khususnya di golden triangle, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan narkoba terbesar di dunia.