Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian memastikan bahwa Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf putri, bukanlah korban penculikan. Penyelidikan menunjukkan bahwa Jesslyn berangkat ke luar negeri atas keinginannya sendiri.
"Bukan penculikan. Jesslyn ikut ke luar negeri dengan kesadaran sendiri," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, saat dihubungi pada hari Minggu (2/8). Ia menambahkan, "Saat ini kami simpulkan bukan perkara penculikan."
Proses Penghentian Penyelidikan
Roby juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar perkara untuk menghentikan penyelidikan terkait kasus ini. "Kasus belum dihentikan, masih direncanakan jadwal gelarnya," jelasnya.
Sebelumnya, Jesslyn dilaporkan hilang diduga diculik saat merayakan ulang tahun neneknya di Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada hari Senin (13/7). Laporan resmi telah diajukan ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Namun, pelapor yang berinisial NA, seorang teman Jesslyn, mencabut laporan tersebut pada hari Minggu (19/7).
Perjalanan ke Luar Negeri
Setelah dituduh diculik, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Jesslyn pergi ke Malaysia dan Thailand bersama ibunya dan tantenya. "Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya," kata Roby pada hari Jumat (31/7).
Menurut hasil pemeriksaan, dugaan penculikan tersebut diduga diperintahkan oleh ibunya karena ketidaksetujuan terhadap hubungan Jesslyn dengan pacarnya. "Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," tambahnya.