Kepolisian Republik Indonesia sedang melakukan penyelidikan terkait tindakan seorang pria yang diduga merupakan penagih utang pihak ketiga, atau debt collector, yang terlihat menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Aksi tersebut menjadi viral setelah direkam dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, termasuk di akun Instagram @kabarjakartaterkini.
Dalam video yang beredar, tampak dua orang yang diduga sebagai debt collector sedang beraksi. Salah satu dari mereka terlihat masuk ke kolong mobil, kemungkinan untuk menggesek nomor rangka kendaraan, sementara rekannya memantau situasi di sekitar untuk mengamankan aksi tersebut.
Penyelidikan oleh Polda Metro Jaya
Ketika dikonfirmasi mengenai peristiwa ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan analisis terhadap video yang viral tersebut. "Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menganalisis video yang beredar untuk mengetahui aktivitas dua orang di kolong kendaraan serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana," ungkap Budi dalam keterangannya pada Kamis (20/8).
Imbauan untuk Masyarakat
Budi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan tindakan yang mencurigakan di lingkungan mereka. "Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari konfrontasi langsung apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Jika memungkinkan, dokumentasikan kejadian dan segera laporkan melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat," tambahnya.
Selain itu, Budi menginformasikan bahwa kepolisian akan terus meningkatkan patroli di wilayah tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Polda Metro Jaya terus meningkatkan patroli dan edukasi kamtibmas sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai modus kejahatan," tuturnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mengenai dugaan tindakan tersebut di kompleks olahraga nasional yang berada di bawah naungan Sekretariat Negara.