Update
Propaganda Berkedok Dokumenter? Waspada Provokator Isu Papua Mahasiswa Vokasi UNAIR Perkenalkan Budaya Nusantara kepada Anak-Anak Indonesia di Malaysia Respon Kadin dan Asosiasi Pengusaha Tambang Terhadap Keluhan Pebisnis China Mengenai Nikel Indonesia Polisi Amankan Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi yang Melamar Sebagai Pengasuh Anak Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau Sebagai Solusi Kesehatan Publik --- Leo dan Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026 setelah Kalahkan He Jiting/Ren Xiangyu --- Pertamina Siapkan Penyaluran Tambahan 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Panjang Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan di Kafe Palembang Spionase Tiongkok di AS: Kasus Lu Jianwang dan Eileen Wang Terungkap Ketersediaan Pertalite Menipis di SPBU, Pertamina Berikan Penjelasan Propaganda Berkedok Dokumenter? Waspada Provokator Isu Papua Mahasiswa Vokasi UNAIR Perkenalkan Budaya Nusantara kepada Anak-Anak Indonesia di Malaysia Respon Kadin dan Asosiasi Pengusaha Tambang Terhadap Keluhan Pebisnis China Mengenai Nikel Indonesia Polisi Amankan Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi yang Melamar Sebagai Pengasuh Anak Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau Sebagai Solusi Kesehatan Publik --- Leo dan Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026 setelah Kalahkan He Jiting/Ren Xiangyu --- Pertamina Siapkan Penyaluran Tambahan 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Panjang Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan di Kafe Palembang Spionase Tiongkok di AS: Kasus Lu Jianwang dan Eileen Wang Terungkap Ketersediaan Pertalite Menipis di SPBU, Pertamina Berikan Penjelasan
Hukum & Kriminal

Polisi Amankan Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi yang Melamar Sebagai Pengasuh Anak

Seorang pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi dari Kalimantan Utara yang melamar kerja sebagai babysitter di Makassar berhasil ditangkap polisi di Surabaya. Kasus ini bermula dari lamar...

I Gusti Ngurah Pramana 17 May 2026 3 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Polisi Amankan Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi yang Melamar Sebagai Pengasuh Anak
Polisi menangkap pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara yang lamar kerja di medsos sebagai babysister di Makassar. iStockphoto/SimonSkafar

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian berhasil menangkap tersangka yang melakukan penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara. Korban melamar pekerjaan sebagai babysitter melalui media sosial di Makassar, Sulawesi Selatan. "Iya, pelaku sudah ditangkap saat berada di Surabaya," ungkap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, pada Minggu (17/5).

Arya menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika korban mengajukan lamaran kerja melalui platform media sosial. Setelah itu, korban berangkat ke Makassar dan ditempatkan oleh tersangka di sebuah rumah di Kecamatan Tamalate.

Proses Penyekapan dan Kekerasan

Korban tiba di lokasi yang ditentukan oleh pelaku dan diinformasikan bahwa pekerjaan sebagai pengasuh anak belum dapat dimulai. Selama masa menunggu, korban diminta untuk bekerja sementara sebagai pembantu rumah tangga di rumah yang disewa pelaku selama dua hari. Namun, pada hari ketiga, pelaku masuk ke kamar korban dan mengancamnya dengan pisau cutter. Korban kemudian disekap dengan mulut dan mata dilakban sebelum mengalami pemerkosaan berulang kali.

Setelah berhasil melarikan diri, korban segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Selain melakukan kekerasan seksual, pelaku juga diketahui mencuri uang, sepeda motor, dan telepon genggam milik korban.

Pengejaran dan Penangkapan Pelaku

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polrestabes Makassar langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tersangka terdeteksi berada di Surabaya setelah melakukan perjalanan menggunakan kapal. "Kami bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan penyergapan, dan alhamdulillah pelaku berhasil ditangkap," jelas Arya.

Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian menduga pelaku telah menyiapkan modus serupa di Surabaya. Sebelum tiba di kota tersebut, pelaku sudah memasang lowongan pekerjaan palsu di Facebook untuk mencari korban baru. "Rumah yang digunakan pelaku di Makassar bukan kontrakan jangka panjang, melainkan rumah sewa harian yang sengaja dipakai untuk menjebak korban. Pelaku diketahui menyewa rumah dengan tarif sekitar Rp300 ribu per hari," tambahnya.

Meskipun pelaku mengklaim bahwa ini adalah kali pertama ia melakukan tindakan serupa di Makassar, polisi mencurigai adanya korban lain. Selain kasus ini, pelaku juga diketahui pernah terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Takalar. "Masih kami dalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang pernah dilakukan pelaku. Untuk sementara, belum ditemukan indikasi jaringan, pelaku bergerak sendiri," tutup Arya.

Artikel Terkait