Seorang anggota TNI dengan inisial P dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh rekannya yang juga anggota TNI berinisial R (23) di Kafe Panhead, Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 02.40 WIB. Kapolsek IB I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Benar ada kejadian keributan semalam di Kafe Panhead, korban ada yang meninggal dunia," ungkap Fauzi.
Awal Mula Keributan
Keributan yang terjadi diduga disebabkan oleh salah paham antara korban dan pelaku saat mereka berjoget di kafe tersebut. Ketegangan ini berujung pada cekcok yang berkembang menjadi perkelahian. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan satu tembakan yang mengenai korban hingga P tewas.
Setelah insiden tersebut, korban segera dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka tembak di bagian perut sebelah kanan.
Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan
Usai kejadian, tim identifikasi dari Polrestabes Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI AD Palembang. Kodam II/Sriwijaya menegaskan bahwa penanganan insiden ini akan dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.
Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, menyatakan bahwa Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa ini dan telah memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penyelidikan menyeluruh di lapangan. "Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," jelas Yordania.
Ia juga menambahkan bahwa Denpom 2/IV Palembang masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi di lokasi, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, dan pengumpulan barang bukti. TNI berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.
Yordania menekankan bahwa proses penyelidikan ini memerlukan waktu agar semua rangkaian peristiwa dapat diungkap dengan akurat berdasarkan fakta di lapangan. "Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif," tutupnya.