Update
--- Leo dan Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026 setelah Kalahkan He Jiting/Ren Xiangyu --- Pertamina Siapkan Penyaluran Tambahan 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Panjang Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan di Kafe Palembang Spionase Tiongkok di AS: Kasus Lu Jianwang dan Eileen Wang Terungkap Ketersediaan Pertalite Menipis di SPBU, Pertamina Berikan Penjelasan --- Tantangan Berat bagi Sze Fei/Izzuddin di Semifinal Thailand Open 2026 --- Isyana/Rinjani Menghadapi Tantangan Berat di Thailand Open 2026 Leo dan Daniel Siap Tantang He Jiting dan Ren Xiang Yu di Semifinal Thailand Open 2026 Mengenal Jurusan Rekayasa Kosmetik dan Peluang Karier di Sektor Kecantikan JP Morgan Mengidentifikasi Lima Faktor yang Mendorong Pemulihan Pasar Properti Global 2026 --- Leo dan Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026 setelah Kalahkan He Jiting/Ren Xiangyu --- Pertamina Siapkan Penyaluran Tambahan 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Panjang Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan di Kafe Palembang Spionase Tiongkok di AS: Kasus Lu Jianwang dan Eileen Wang Terungkap Ketersediaan Pertalite Menipis di SPBU, Pertamina Berikan Penjelasan --- Tantangan Berat bagi Sze Fei/Izzuddin di Semifinal Thailand Open 2026 --- Isyana/Rinjani Menghadapi Tantangan Berat di Thailand Open 2026 Leo dan Daniel Siap Tantang He Jiting dan Ren Xiang Yu di Semifinal Thailand Open 2026 Mengenal Jurusan Rekayasa Kosmetik dan Peluang Karier di Sektor Kecantikan JP Morgan Mengidentifikasi Lima Faktor yang Mendorong Pemulihan Pasar Properti Global 2026
Hukum & Kriminal

Prabowo Ungkap Kekecewaan Terhadap Pejabat yang Menyeleweng di Museum Marsinah

Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa sedihnya atas laporan mengenai pejabat publik yang terlibat dalam penyelewengan, saat berpidato di Museum Marsinah, Nganjuk, Jawa Timur.

Theresia Okta Anindya 16 May 2026 4 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Prabowo Ungkap Kekecewaan Terhadap Pejabat yang Menyeleweng di Museum Marsinah
Prabowo mengaku sedih karena kerap mendapat laporan mengenai pejabat publik melakukan penyelewengan. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekecewaannya terkait laporan yang sering diterimanya mengenai tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh pejabat publik. Ia merasa sangat sedih karena oknum-oknum tersebut adalah orang-orang yang pernah ia percayai. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato di hadapan masyarakat di Museum Marsinah, Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu pagi, 16 Mei.

Kekecewaan Terhadap Pejabat yang Dikenal Dekat

Prabowo menegaskan, "Saya geleng-geleng kepala, sedih saya, bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang menyeleweng. Saya sedih," dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden. Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang ia angkat dan percayakan jabatan penting, justru terlibat dalam tindakan yang merugikan rakyat.

Ia juga menceritakan pengalaman saat Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, datang menghadapnya dalam keadaan tegang dan penuh keraguan. Kepala BPKP merasa stres karena temuan kasus penyelewengan yang melibatkan nama-nama dekat Prabowo. Saat itu, Kepala BPKP meminta petunjuk apakah pemeriksaan dapat dilanjutkan.

Pernyataan Tegas Prabowo

Menanggapi keraguan tersebut, Prabowo memberikan instruksi yang tegas. "Teruskan pemeriksaan! Tidak ada, enggak ada mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya enggak ada urusan! Kalau ada indikasi, terus periksa!" tegasnya, menekankan bahwa tidak ada perlindungan bagi siapa pun yang berani menyentuh uang rakyat.

Prabowo menegaskan bahwa amanah dan jabatan negara harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi. Ia menyayangkan sikap segelintir pejabat yang setelah mendapatkan kekuasaan, merasa di atas hukum. "Justru kalau diberi kehormatan harus lebih hati-hati dan lebih jaga, bukan diberi wewenang, kepercayaan, malah merasa adigang, adigung, adiguna," kritiknya.

Ia juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, semua pergerakan anggaran dan birokrasi dapat dipantau secara ketat, sehingga menyembunyikan tindakan korupsi adalah hal yang mustahil. Prabowo khawatir akan dampak sosial dan psikologis yang harus ditanggung oleh keluarga pejabat yang terlibat saat kasus mereka terbongkar.

Prabowo menegaskan bahwa sikap tegas ini juga berlaku di internal partainya, Gerindra. Ia mengizinkan penegak hukum untuk memeriksa dan menahan kader-kadernya jika terbukti terlibat dalam korupsi. Ia juga menuntut para petinggi di TNI dan Polri untuk menjaga kehormatan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Selain itu, Prabowo memberikan peringatan bagi pejabat yang telah menikmati hasil dari tindakan korupsi agar segera mengembalikannya secara sukarela sebelum hukum mengambil tindakan lebih lanjut. "Kalau saya dapat laporan, apa yang buat nanti geremeng-geremeng sakit hati, suruh kembaliin yang dia dapat secara tidak halal, enggak mau? Ya sudah, urus sama kejaksaan sana, saya serahkan," tutup Prabowo.

Artikel Terkait