Saturday, 20 June 2026
Peristiwa

Perundingan Nuklir AS-Iran Dimulai di Swiss dengan Kehadiran Utusan Khusus

Steve Witkoff, utusan khusus dari Amerika Serikat, sedang dalam perjalanan menuju Swiss untuk memulai perundingan terkait kesepakatan nuklir dengan Iran. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah penti...

I
Ilham Fadli Akbar
20 June 2026 3 pembaca
Foto: Kantor Perdana Menteri Israel
Foto: Kantor Perdana Menteri Israel

Utusan Khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, sedang dalam perjalanan menuju Swiss, di mana perundingan pertama antara AS dan Iran mengenai potensi kesepakatan nuklir diperkirakan akan berlangsung. Informasi ini diperoleh dari laporan Axios yang mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Jared Kushner, menantu dari mantan Presiden AS Donald Trump, dilaporkan sudah berada di Swiss. Namun, belum ada kepastian mengenai jadwal baru untuk pertemuan tersebut. Sebelumnya, perundingan ini diharapkan dimulai pada Jumat, 19 Juni 2026, tetapi terpaksa ditunda akibat konflik yang terjadi antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Delegasi AS dan Penundaan Perundingan

Laporan lebih lanjut menyebutkan bahwa delegasi dari AS kemungkinan akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Namun, perjalanan Vance ditunda pada Kamis, 18 Juni 2026, dan saat ini belum ada kejelasan apakah ia akan berangkat pada akhir pekan ini. Pada tanggal 14 Juni, baik Iran maupun AS telah mengonfirmasi bahwa penyusunan nota kesepahaman telah selesai.

Pada malam sebelum 18 Juni, kedua negara menandatangani dokumen tersebut secara daring, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer yang dimulai pada 28 Februari. Memorandum ini memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir terkait isu nuklir Iran serta sanksi yang dikenakan oleh AS.

Tenggat Waktu dan Harapan Perundingan

Selain itu, memorandum tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz. Dengan adanya perundingan ini, diharapkan akan ada kemajuan dalam menyelesaikan isu-isu yang telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.

// Artikel Terkait