Friday, 09 October 2026
Peristiwa

Peran Komunikasi Publik dalam Membangun Perdamaian di Papua

Komunikasi publik yang inklusif dan terbuka dianggap penting dalam upaya menciptakan perdamaian dan kesejahteraan di Papua, menurut anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua...

M
Made Wirawan
09 October 2026 6 pembaca
Foto: Dok. Republika
Foto: Dok. Republika

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, yang lebih dikenal dengan nama Billy Mambrasar, menyatakan bahwa untuk mencapai perdamaian di Papua, dibutuhkan ekosistem komunikasi yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat agar komunikasi publik dapat berkontribusi dalam membangun Papua yang damai dan sejahtera.

Strategi Komunikasi yang Efektif

Billy mengungkapkan bahwa komunikasi politik di Papua harus melampaui narasi belaka dan harus terhubung dengan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan perlunya mendengarkan permasalahan yang ada, memberikan solusi yang nyata, dan menjelaskan hasil dari tindakan yang diambil secara terbuka. Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi Nasional yang diadakan oleh Kementerian Pertahanan dengan tema “Optimalisasi Peran Media sebagai Strategi Perdamaian di Papua” pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Pentingnya Pendekatan Terpadu

Dalam pemaparannya, Billy menegaskan bahwa isu yang dihadapi Papua saat ini tidak dapat hanya dilihat dari sudut pandang keamanan. Ia menjelaskan bahwa masalah sumber daya, pembangunan, kesenjangan sosial, dan akses masyarakat terhadap kesejahteraan juga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Ia menekankan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai infrastruktur untuk membangun kembali kepercayaan publik. Untuk itu, ia memperkenalkan pendekatan Listen–Fix–Explain, yang terdiri dari mendengarkan masalah masyarakat, memberikan respons atau solusi, dan menjelaskan secara terbuka tindakan yang telah dilakukan. “Kepercayaan publik dibangun bukan hanya melalui apa yang kita sampaikan, tetapi melalui apa yang kita kerjakan,” tuturnya.

// Artikel Terkait