Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk melakukan penataan terhadap tiga kawasan kumuh yang terletak di Tanah Abang, yaitu Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang. Dalam upaya ini, mereka akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses penataan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa Jakarta merupakan pusat data center di Indonesia, dengan 102 data center yang beroperasi, hampir setengah dari total yang ada di seluruh negeri. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa pemanfaatan AI di Jakarta harus dioptimalkan. "Dan secara khusus Jakarta ingin menerapkan program AI ini secara aplikasi langsung di lapangan. Maka ada 2,3 kilo di Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang," ujarnya.
Penerapan AI untuk Desain dan Revitalisasi
Pramono menambahkan bahwa penerapan AI akan digunakan untuk merencanakan desain dan penataan kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa teknologi ini dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah kawasan kumuh tanpa harus melakukan penggusuran. "Kita akan menerapkan pendekatan AI untuk melakukan renovasi, revitalisasi, tanpa melakukan penggusuran di tempat itu," jelasnya.
Fasilitas Umum di Kawasan Tersebut
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa di kawasan Kebon Kacang terdapat berbagai fasilitas umum, seperti masjid dan musala. "Kebetulan di Kebon Kacang dan sebagainya ini 2,3 kilo, di situ ada juga masjid, ada musala, ada tempat ibadah yang lainnya," ungkapnya.
Dengan pemanfaatan AI, diharapkan penataan kawasan kumuh ini dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien, memberikan dampak positif bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.