Friday, 07 August 2026
Hukum & Kriminal

Penyelidikan Polisi Terkait Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Polisi sedang menyelidiki legalitas ratusan senjata yang ditemukan di sebuah yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penemuan ini melibatkan berbagai jenis senjata, termasuk airsoft...

D
Doni Setiawan
07 August 2026 11 pembaca
Polisi tengah mendalami soal legalitas dari ratusan senjata yang ditemuan di sebuah ruangan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Arsip Istimewa)
Polisi tengah mendalami soal legalitas dari ratusan senjata yang ditemuan di sebuah ruangan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Arsip Istimewa)

Jakarta, polisi saat ini tengah menyelidiki status legalitas dari ratusan senjata yang ditemukan di sebuah ruangan yayasan sekolah swasta yang terletak di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa di lokasi penemuan senjata tersebut, pihaknya juga menemukan sejumlah dokumen yang kini sedang diteliti lebih lanjut.

"Jadi selain barang-barang yang ditemukan di lokasi juga ada dokumen. Terkait dokumen-dokumen ini tentunya penyelidik Satreskrim sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman," jelas Joko kepada wartawan pada hari Kamis (7/8). Ia menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah senjata-senjata tersebut legal atau tidak.

Rincian Penemuan Senjata

Joko menjelaskan bahwa penyelidikan ini dimulai berdasarkan laporan yang disampaikan oleh pihak yayasan sekolah. Proses pendalaman terhadap penemuan ratusan senjata tersebut masih terus dilakukan. Diketahui bahwa pada bulan Juli lalu, ditemukan sebanyak 995 airsoft gun, yang terdiri dari 776 unit jenis revolver airsoft gun dan beberapa jenis pistol airsoft gun lainnya. Selain itu, juga ditemukan empat pucuk senjata atau senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, dan empat senjata laras panjang dari pabrikan.

Pada Rabu (5/8), pihak kepolisian juga menemukan tiga pucuk airsoft gun dengan jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine. "Langkah kami ini TKP di yayasan, informasi yang kami dapat dari yayasan, kami melangkah berawal dari keterangan pihak yayasan. Dan kemarin sudah ada saksi yang diinterogasi untuk menelusuri tindak lanjut dari temuan ini," tambah Joko.

Pernyataan Pihak Sekolah dan Pemilik Senjata

Sebelumnya, kuasa hukum yayasan sekolah mengungkapkan bahwa total ada 995 senjata yang ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan. Hermawanto, selaku kuasa hukum, menjelaskan bahwa ruangan tersebut dibuka karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa. "Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," ungkapnya kepada wartawan pada hari Kamis.

Di sisi lain, Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku sebagai pemilik senjata, menyatakan bahwa ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan tersebut adalah legal dan memiliki izin. "Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi.

Alhadid juga menjelaskan bahwa senjata-senjata tersebut telah disimpan di lokasi itu sejak tahun 2020 dan diperuntukkan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah. Namun, ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut terhenti setelah pembina berinisial S meninggal dunia pada tahun 2022. "Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak," tutupnya.

// Artikel Terkait