Friday, 31 July 2026
Hukum & Kriminal

Penggerebekan Home Industry Etomidate di PIK, Warga Singapura Ditangkap

Polres Bandara Soekarno-Hatta mengungkap sebuah rumah yang digunakan untuk memproduksi cartridge berisi etomidate di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dan menangkap seorang warga negara Singapura yan...

D
Daniel Saputra
18 July 2026 73 pembaca
Polres Bandara Soekarno-Hatta membongkar sebuah rumah yang diduga dijadikan sebagai home industry perakitan cartridge berisi etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). (CNN Indonesia/ Dodi Wahyudi)
Polres Bandara Soekarno-Hatta membongkar sebuah rumah yang diduga dijadikan sebagai home industry perakitan cartridge berisi etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). (CNN Indonesia/ Dodi Wahyudi)

Tangerang, CNN Indonesia -- Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai home industry untuk peracikan cartridge berisi etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Penemuan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan paket kiriman yang diduga mengandung bahan baku etomidate. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian mengamankan LHM, seorang warga negara Singapura yang diduga berperan sebagai peracik dalam proses produksi cartridge etomidate yang siap edar.

Penyitaan dan Penyelidikan Berlanjut

Selain menangkap tersangka, aparat juga menyita ribuan cartridge kosong serta berbagai peralatan yang digunakan untuk mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge tersebut. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan cairan etomidate yang kemudian ditelusuri hingga ke lokasi di PIK. "Dari hasil pengembangan, kami menemukan ribuan cartridge yang telah dipersiapkan untuk produksi massal. Saat ini penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan yang terlibat serta peran masing-masing pelaku," ungkap Wisnu pada Jumat, (17/7).

Estimasi Produksi dan Sumber Bahan Baku

Wisnu juga menambahkan bahwa penyidik masih menyelidiki durasi aktivitas perakitan tersebut, termasuk jumlah cartridge yang telah diproduksi dan diedarkan. "Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sekitar dua liter cairan etomidate diperkirakan dapat diolah menjadi hampir 2.000 cartridge siap edar. Namun, angka tersebut masih bersifat estimasi dan akan dipastikan melalui proses penyidikan lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari penindakan terhadap paket kiriman yang berisi dua botol cairan etomidate dengan berat bruto sekitar 2.200 gram. Cairan tersebut disamarkan dalam kemasan sampo untuk mengelabui petugas, dan ditindaklanjuti melalui metode control delivery, di mana paket tetap dikirim dengan pengawasan ketat hingga tiba di alamat tujuan. "Dari hasil control delivery, kami bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta menemukan lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat perakitan cartridge etomidate," kata Hengky.

Hengky juga mengungkapkan bahwa modus operandi pelaku berbeda dari kasus sebelumnya. Biasanya, cartridge berisi etomidate dibawa langsung oleh penumpang dari luar negeri, tetapi kali ini bahan baku berupa cairan dikirim secara terpisah melalui jasa titipan, sementara cartridge kosong didatangkan dari jalur lain sebelum dirakit di dalam negeri. "Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa bahan baku etomidate berasal dari Malaysia dan dikirim melalui salah satu perusahaan jasa titipan yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta," tambahnya.

Saat ini, aparat gabungan masih melakukan pengembangan terkait kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain, jaringan distribusi, serta asal-usul keseluruhan pasokan bahan baku etomidate yang diduga berasal dari luar negeri.

// Artikel Terkait