Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penembakan terhadap seorang komandan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dikenal dengan inisial AP alias Y alias AS. Insiden ini terjadi di Yahukimo, Papua, ketika tim gabungan melakukan penggeledahan di sebuah rumah yang diduga menjadi markas anggota HSSBI.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa penggeledahan tersebut menghasilkan penemuan satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam, busur dan anak panah, serta berbagai perlengkapan yang diduga terkait dengan aktivitas kelompok bersenjata. "Dari hasil penggeledahan itu, petugas mengamankan satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam, busur dan anak panah, telepon genggam, serta berbagai perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pengejaran dan Penembakan
Setelah penggeledahan, tim gabungan menerima informasi mengenai keberadaan AP di Pos Kilo 6, Distrik Dekai. Saat melakukan pemantauan, petugas menemukan AP yang melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Logpon. Ketika petugas berusaha menghentikan kendaraan yang dikendarai AP, ia tidak mengindahkan perintah tersebut dan melarikan diri ke arah hutan.
Faizal menjelaskan bahwa petugas melakukan pengejaran dan memberikan dua kali tembakan peringatan sesuai prosedur yang berlaku. "Namun demikian, target tetap berupaya melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur kepolisian," tuturnya. Dalam insiden ini, AP dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses lebih lanjut. Dari lokasi penindakan, petugas menyita lima butir amunisi kaliber 5,56 mm.
Keterlibatan dalam Kasus Kekerasan
Faizal mengungkapkan bahwa AP masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan terlibat dalam beberapa aksi kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo. Ia tercatat terlibat dalam penembakan terhadap Alexander Angket dan Naldy Magosa pada 28 April 2026, di mana Alexander mengalami luka tembak di bahu kanan dan Naldy di paha kiri. Selain itu, AP juga diduga terlibat dalam penembakan terhadap Suhardin di kawasan Ruko Blok A, Dekai, pada 30 April 2026, yang mengenai spidometer sepeda motor korban tanpa menimbulkan korban jiwa.