Thursday, 09 July 2026
Hukum & Kriminal

Penangkapan Pelaku Pencurian Pagar Taman di Flyover Kampung Melayu

Seorang pelaku pencurian pagar besi di taman bawah flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, berhasil ditangkap oleh polisi. Pihak kepolisian masih memburu pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pencuri...

N
Ni Luh Ayu Sari
08 July 2026 20 pembaca
Ilustrasi. Polisi menangkap seorang terduga pelaku pencurian pagar besi di Kampung Melayu, Jakarta Timur. (iStockphoto/LukaTDB)
Ilustrasi. Polisi menangkap seorang terduga pelaku pencurian pagar besi di Kampung Melayu, Jakarta Timur. (iStockphoto/LukaTDB)

Jakarta, seorang pelaku pencurian yang dikenal sebagai 'rayap besi' ditangkap oleh polisi di taman yang terletak di bawah kolong jalan layang (flyover) Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Rabu (8/7) dan menyatakan, "Sudah diamankan satu orang."

Samsono juga menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga terlibat dalam pencurian pagar besi tersebut, meskipun ia tidak merinci jumlah pelaku yang sedang dicari. "Yang lainnya masih dalam pencarian," tambahnya.

Aksi Pencurian yang Terjadi Secara Terang-terangan

Sebelumnya, pagar besi di taman bawah flyover Kampung Melayu dilaporkan hilang dalam waktu empat hari terakhir, diduga dicuri oleh pelaku yang dikenal dengan sebutan 'rayap besi'. Seorang warga bernama Ana (38) mengungkapkan bahwa pagar tersebut masih ada seminggu lalu, namun dalam waktu tiga sampai empat hari terakhir, pagarnya sudah tidak ada. "Cepat sekali hilangnya pagarnya sama pencuri," ujarnya saat ditemui di lokasi pada Selasa (7/7).

Ana menceritakan bahwa para pelaku melakukan aksinya secara terbuka pada waktu tertentu tanpa menimbulkan kecurigaan dari warga sekitar. Ia memperkirakan bahwa pelaku berjumlah lebih dari lima orang dan melaksanakan pencurian menjelang subuh atau sore hari.

Strategi Pelaku dalam Melakukan Pencurian

Warga yang menyaksikan aktivitas tersebut sempat mengira bahwa para pelaku adalah petugas resmi yang sedang melakukan pembongkaran atau perawatan fasilitas taman. "Mereka kerjanya santai saja, makanya orang-orang yang lihat tidak curiga, dikira petugas dari dinas. Jadi, tidak ada yang menegur atau melarang," jelas Ana.

Lebih lanjut, Ana juga mengaku pernah melihat sekelompok pelaku membawa peralatan seperti linggis dan palu untuk melepaskan pagar-pagar besi dari tempatnya. Setelah pagar dibongkar, besi-besi tersebut langsung diangkut menggunakan bajaj yang sudah menunggu di sekitar lokasi. "Saya lihat mereka angkut pakai bajaj yang sudah siap. Pagarnya ditaruh di atas bajaj, lalu dibawa pergi. Yang mengambil bukan orang sini, karena kami tidak mengenal mereka," ungkapnya.

// Artikel Terkait