Menjelang BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang akan berlangsung di New Delhi, bintang bulu tangkis PV Sindhu kembali menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi, mengingat prestasinya yang mengesankan empat tahun lalu. Para pelatihnya merasa optimis, penggemar pun turut mendukung, dan Sindhu berani bermimpi untuk meraih medali keenam di Kejuaraan Dunia, bahkan berpotensi meraih medali emas kedua.
Sebagai seorang atlet yang dikenal memiliki kemampuan untuk meraih medali di kompetisi besar, PV Sindhu, yang telah mengantongi dua medali Olimpiade dan lima medali Kejuaraan Dunia, menjadi harapan utama India di ajang ini. Dengan performa yang meningkat pada waktu yang tepat, harapan untuk melihatnya berdiri di podium di Indira Gandhi Stadium semakin nyata.
Ketekunan di Usia 31 Tahun
Di usia 31 tahun, meskipun menghadapi tantangan dan hasil yang tidak selalu sesuai harapan, PV Sindhu tetap menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Ketekunan yang dimilikinya telah membantunya bangkit setelah beberapa musim yang kurang memuaskan. Setelah memulai musim dengan baik di Malaysia Open, di mana ia mencapai semifinal, Sindhu terus melaju lebih jauh dalam ajang BWF World Tour, dengan puncaknya saat meraih gelar di Japan Open.
Keberhasilan di Japan Open
Di Japan Open, Sindhu mencatatkan sejarah sebagai pemain bulu tangkis India pertama yang memenangkan gelar Super 750 bergengsi di Tokyo. “Kami hampir setiap hari berada di sini, menyaksikan sesi latihannya. Dan, Anda tahu, dia juga telah mengerahkan banyak usaha di gym dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan psikolog pribadinya. Dia memiliki tim pendukung yang hebat yang bekerja bersamanya. Jadi, Anda tahu, sama sekali tidak ada kekurangan usaha di bidang apa pun, menurut saya,” ungkap Sagar Chopda, kepala pelatih di Centre for Badminton Excellence di Bengaluru, tempat Sindhu berlatih.
Di final Japan Open, Sindhu berhasil mengalahkan petenis peringkat 3 dunia dan juara bertahan Akane Yamaguchi dalam dua set langsung, menegaskan bahwa ia belum selesai. Yang lebih penting, ia tampaknya telah mencapai puncak performanya pada waktu yang tepat, menjelang Kejuaraan Dunia di tanah airnya.