Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, pasangan ganda putra Indonesia, berhasil meraih medali emas dalam ajang individual Kejuaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka mencatatkan kemenangan atas juara dunia asal China, Liang Weikeng dan Wang Chang, dalam laga final yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, pada Selasa (29/9) siang waktu setempat.
Meski tidak diunggulkan, Leo dan Daniel menunjukkan performa luar biasa dengan menundukkan Liang dan Wang melalui pertandingan yang berlangsung ketat. Mereka berhasil meraih kemenangan dengan skor 19-21, 21-13, dan 21-18 setelah melalui rubber game yang menegangkan.
Dedikasi untuk Keluarga
Leo menyatakan, "Yang pasti emas ini buat istri saya (Indah) dan juga buat keluarga saya. Terima kasih juga buat papa, kakak saya, dan sekarang sudah menjadi ibu dan bapak saya, orang tuanya Indah, jadi pastinya saya sangat berterima kasih." Ia juga mengenang almarhum ibunya, yang selalu menjadi sumber motivasi terbesar dalam karier bulutangkisnya, dengan mengatakan, "Pastinya emas ini juga untuk almarhum mama saya. Coba kalau mama saya masih ada, pasti dia sangat bangga."
Medali emas yang diraih oleh Leo dan Daniel ini melengkapi pencapaian medali emas beregu putra Indonesia yang telah diraih sebelumnya di lokasi yang sama. Daniel pun mengungkapkan rasa syukurnya, "Saya bersyukur, dan kepercayaan saya juga kalau memang sudah jalannya, pasti ada aja jalannya. Sempat enggak terpikirkan bisa juara, jadi selama kita percaya, kalau sudah jalannya pasti ada aja. Saya mengucap syukur dan terima kasih untuk semuanya."
Amri dan Nita Raih Runner-Up
Sementara itu, pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, harus puas meraih posisi runner-up setelah kalah di final dari pasangan peringkat dua dunia asal China, Jiang Zhen Bang dan Wei Ya Xin. Amri dan Nita mengakui keunggulan lawan setelah kalah dalam dua game langsung dengan skor 19-21 dan 8-21.
Amri mengungkapkan, "Bersyukur walau hasilnya tidak yang kami harapkan. Final tadi kami merasa excited, sangat bergairah dari awal. Di gim pertama kami sempat unggul 19-16 tapi kami gagal memanfaatkan momentum. Itu jadi titik balik mereka, mereka jadi berani mengembangkan pola permainan mereka sementara kami tidak bisa lepas dari tekanan sampai gim kedua selesai," ujarnya kepada tim Humas PBSI.