Lakshya Sen resmi memulai perjalanannya di BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang diadakan di New Delhi pada tanggal 18 Agustus. Dalam kesempatan ini, mari kita lihat kembali pencapaian luar biasanya saat meraih medali perunggu di Huelva pada tahun 2021.
Lima tahun lalu, Lakshya Sen tampil di Kejuaraan Dunia BWF sebagai pemain debutan tanpa status unggulan, dan berhasil membawa pulang medali perunggu dari Huelva, Spanyol. Kini, pada hari Selasa, 18 Agustus, ia kembali berkompetisi di kejuaraan dunia, kali ini di negara asalnya, India.
Perjalanan Lakshya pada tahun 2021 menjadi salah satu momen penting yang menunjukkan bahwa ia layak bersaing dengan para pemain bulu tangkis papan atas. Di kejuaraan Huelva, atlet berusia 20 tahun ini berhasil mengalahkan Kenta Nishimoto yang merupakan unggulan ke-15, semifinalis Olimpiade Tokyo Kevin Cordon, serta Zhao Jun Peng yang merupakan peraih medali Asia, untuk mencapai semifinal.
Sayangnya, langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah dari rekan senegaranya, Kidambi Srikanth, dalam pertandingan yang berlangsung tiga set. Namun, penampilannya di semifinal sudah cukup untuk mengamankan medali perunggu, menjadikannya sebagai atlet India keempat yang berhasil meraih medali di Kejuaraan Dunia BWF.
Pencapaian ini menjadi terobosan bagi Lakshya di akhir tahun, di mana ia mulai menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dengan pemain-pemain terbaik di sirkuit bulu tangkis. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih posisi ketiga di BWF World Tour Finals, yang semakin memperkuat performanya menjelang kejuaraan di Huelva.
Kembali ke Turnamen di Tanah Kelahiran
Kembalinya Lakshya ke turnamen di New Delhi menjadi sangat dinantikan. Sebagai pemain unggulan ke-14, ia akan memulai kompetisinya di tahun 2026 melawan Collins Valentine Filimon dari Austria di babak pertama tunggal putra pada hari Selasa.
Peluang untuk Menunjukkan Perkembangan
Medali perunggu yang diraihnya pada tahun 2021 membuktikan bahwa Lakshya Sen memiliki potensi besar di panggung bulu tangkis internasional. Di New Delhi, ia memiliki kesempatan untuk menunjukkan seberapa jauh ia telah berkembang sejak penampilan pertamanya di kejuaraan dunia.