BANDUNG - Tegar, seorang sopir Lalamove, menceritakan bagaimana ia terlibat dalam pengantaran 'paket' yang ternyata berisi mayat wanita terbungkus kardus, yang hendak dibawa ke salah satu travel di Kota Bandung pada Selasa (1/9/2026). Ia mengaku tidak mengetahui bahwa barang yang akan diantarkan adalah mayat.
Tegar menerima pesanan melalui aplikasi dari pelaku. Setelah tiba di rumah pelaku, ia sempat menanyakan tentang isi paket yang akan dikirim. Namun, penjelasan mengenai barang tersebut baru diberikan saat mereka sudah dalam perjalanan. "Saya tanya barangnya apa, di mana, terus tujuannya ke mana. Nah dia jelasin, pas barangnya teh udah di jalan gitu udah di pinggir jalan," ujarnya.
Rasa Curiga yang Meningkat
Awalnya, Tegar tidak merasa curiga dengan barang yang diangkut dan bahkan membantu pelaku untuk memasukkan paket ke dalam mobil. Namun, saat dalam perjalanan, ia mulai merasakan kecurigaan ketika mencium bau yang tidak sedap. "Saya curiga, saya makin curiga. Saya tanya, saya pastikan lagi bahwa si barang ini apa dalamnya? Dia jawab ini dalamnya besi sama baju. Saya masih curiga, saya tanya lagi ini apa? Dia tetep jawabnya gitu," jelasnya, menirukan percakapan dengan pelaku.
Karena merasa curiga, Tegar memaksa pelaku untuk membuka paket tersebut, tetapi pelaku menolak. Dalam keadaan panik dan khawatir bahwa barang yang dibawa adalah mayat, Tegar mengambil tindakan drastis. Saat tiba di lokasi penemuan mayat, ia membanting setir ke kiri dan menghentikan mobil. "Saya langsung turun, saya teriak-teriak ke dia suruh dia turunin, pokoknya turunin turunin sama kamu turunin sendiri, saya enggak mau ini," ungkapnya.
Pelaporan kepada Pihak Berwenang
Setelah pelaku menurunkan barang tersebut, Tegar meminta petugas keamanan di lokasi untuk menghubungi polisi dan melaporkan bahwa barang yang diangkut diduga adalah mayat. Ia kemudian kembali ke lokasi awal dan memberitahu warga sekitar mengenai situasi tersebut. Pelaku mengaku bahwa ia berniat membawa barang itu ke Jalan Kopo menuju salah satu travel.
Kejadian ini menggegerkan warga setempat dan menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai asal-usul mayat yang terbungkus kardus tersebut.