Perum Bulog tengah menyusun pemetaan untuk menentukan kebutuhan bantuan beras bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Kalimantan. Pemetaan ini dilakukan bersamaan dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi lokasi yang memerlukan dukungan pangan di tengah masalah kabut asap.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa kondisi kabut asap di beberapa daerah di Kalimantan telah mengganggu aktivitas pelayanan dan distribusi. Beberapa lokasi bahkan mengalami kabut asap yang sangat pekat, sehingga jarak pandang menjadi terbatas dan memaksa Bulog untuk menyesuaikan operasionalnya dengan keadaan di lapangan.
Penyesuaian Operasional Bulog
Rizal menjelaskan, "Bersamaan dengan adanya gangguan asap dari dampak kebakaran hutan dan lahan, Bulog tetap melaksanakan program seperti biasa, namun dengan kondisi saat ini kami menyesuaikan dengan imbauan-imbauan dari pemerintah." Ia menambahkan bahwa beberapa daerah, seperti Sampit, sempat tertutup kabut asap, yang mengakibatkan pelayanan tidak dapat dilakukan secara normal karena jarak pandang yang sangat terbatas, berpotensi menghambat proses distribusi bantuan.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Seiring dengan perkembangan situasi karhutla, Bulog mulai melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah di berbagai provinsi di Kalimantan. Kerja sama ini melibatkan pemerintah daerah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta daerah lainnya untuk memetakan kebutuhan bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak.