Lega Serie A saat ini menghadapi tantangan serius dalam upaya mengembalikan kejayaan sepak bola Italia. Presiden Lega Serie A, Ezio Simonelli, menegaskan bahwa dunia politik memiliki dua pilihan: mengabaikan krisis ini atau menjadikannya sebagai peluang untuk membangkitkan kembali olahraga yang sangat dicintai di Italia.
Simonelli menyoroti sejumlah masalah, termasuk kegagalan tim nasional Italia yang tidak berhasil lolos ke tiga edisi Piala Dunia berturut-turut dan absennya klub-klub Italia di semifinal turnamen UEFA musim ini. Dalam situasi ini, pencarian Presiden FIGC baru dan usulan reformasi menjadi semakin mendesak. "Jika kita berada di posisi ini saat ini, bukan hanya karena kesalahan saat adu penalti melawan Bosnia. Kita harus bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Italia," ungkap Simonelli. Ia juga mencatat bahwa meskipun pendapatan dari hak siar televisi di liga-liga top Eropa stagnan, pendapatan dari stadion mengalami peningkatan yang signifikan.
Namun, Simonelli mencatat bahwa stadion-stadion di Serie A tergolong yang paling tua di Eropa. Sebagai perbandingan, Stadion San Siro yang merupakan stadion dengan pendapatan tertinggi di Italia hanya mampu menghasilkan €70 juta, jauh di bawah pendapatan Stadion Bernabeu milik Real Madrid yang mencapai €250 juta, menciptakan kesenjangan sebesar 350 persen. Masalah utama terletak pada upaya klub-klub besar seperti Inter, Milan, Roma, Lazio, Napoli, Fiorentina, Cagliari, dan Venezia yang selama bertahun-tahun terhambat oleh birokrasi dalam pembangunan stadion baru. Hanya Juventus, Atalanta, dan Udinese yang berhasil melakukan renovasi stadion mereka.
Dengan EURO 2032 yang akan datang, di mana Italia akan menjadi tuan rumah bersama Turki, Simonelli mengingatkan bahwa waktu semakin mendesak untuk mempersiapkan lima stadion agar siap untuk kompetisi tersebut. Ia menekankan bahwa politik dapat memilih untuk terus mengabaikan atau memberlakukan peraturan yang lebih ketat, tetapi ia percaya bahwa krisis ini bisa menjadi peluang untuk menghidupkan kembali sepak bola Italia. "Saya percaya kita hanya bisa keluar dari krisis ini jika politik dan Serie A dapat duduk bersama dan bekerja sama," tegasnya, menunjukkan keyakinan bahwa politisi Italia memiliki minat untuk berkontribusi pada perkembangan olahraga ini.