Wednesday, 01 July 2026
Hukum & Kriminal

KPK Berupaya Temukan Mobil Bukti Suap di Kuansing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari mobil Land Cruiser yang diduga terkait dengan kasus suap di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Mobil tersebut diduga merupakan barang bukti dari Sekret...

I
I Gusti Ngurah Pramana
30 June 2026 2 pembaca
KPK masih mencari mobil Land Cruiser dalam OTT di Kuansing, Riau. Diduga terkait suap Bupati Suhardiman Amby. (dok. Istimewa)
KPK masih mencari mobil Land Cruiser dalam OTT di Kuansing, Riau. Diduga terkait suap Bupati Suhardiman Amby. (dok. Istimewa)

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pencarian terhadap mobil Land Cruiser yang terlibat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Mobil ini diduga kuat menjadi bagian dari suap yang diberikan oleh Sekretaris Daerah, Zulkarnaen, kepada Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.

Menurut sumber internal KPK yang berbicara melalui pesan tertulis pada Selasa (30/6), "Bupati menyembunyikan barang bukti mobil LC." Mobil tersebut diduga memiliki nilai lebih dari Rp1 miliar sebagai pemberian dari sekda.

Ultimatum untuk Kooperatif

KPK juga telah memberikan ultimatum kepada bupati dan sekda untuk bersikap kooperatif dan menyerahkan diri. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan, "KPK mengimbau kepada bupati dan sekda Kabupaten Kuansing agar kooperatif dan menyerahkan diri ke KPK karena keterangan dari bupati dan juga sekda dibutuhkan dalam proses hukum yang sedang berjalan di KPK saat ini."

Rincian Penangkapan dalam OTT

Dalam operasi tersebut, KPK berhasil menangkap total 10 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan orang ditangkap di Kabupaten Kuansing, sementara satu orang lainnya ditangkap di Jakarta. Setelah pemeriksaan awal, tim penyelidik memutuskan untuk membawa lima orang ke Gedung Merah Putih KPK. Tiga di antaranya berasal dari pihak swasta, satu orang merupakan pegawai negeri sipil di Kabupaten Kuansing, dan satu orang lainnya adalah anggota keluarga dari penyelenggara negara di daerah tersebut.

Budi menambahkan, "Adapun perkara ini diduga berkaitan dengan dugaan suap untuk suatu jabatan di Kabupaten Kuansing."

// Artikel Terkait