s);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-V5JDWN1R81');
🔴 Breaking

KNKT Selidiki Masalah Sinyal dalam Kecelakaan Kereta Maut

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menyelidiki dugaan masalah sinyal yang diduga menjadi penyebab kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Zidan Alfarezi

Penulis

30 April 2026
1 kali dibaca
KNKT Selidiki Masalah Sinyal dalam Kecelakaan Kereta Maut
KNKT mengusut dugaan permasalahan sinyal yang menjadi penyebab kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah

Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki dugaan masalah sinyal yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Humas KNKT, Arif Iskandar, menyatakan bahwa permasalahan sinyal merupakan salah satu fokus utama dalam investigasi yang sedang berlangsung.

"Saat ini tim investigator masih melakukan investigasi ke lapangan. Persinyalan juga salah satu aspek yang sedang didalami," ungkap Arif kepada wartawan pada Kamis (30/4). Meskipun demikian, Arif tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hasil investigasi awal. Ia menambahkan bahwa hasil investigasi akan dipublikasikan secara lengkap sebagai rekomendasi untuk evaluasi lebih lanjut.

Arif menjelaskan, "Hasil investigasi KNKT akan dipublikasi di website dan kanal-kanal yang dimiliki. Untuk rekomendasi keselamatan nantinya akan diberikan pada para pihak terkait untuk menjadi bahan perbaikan ke depannya." Kecelakaan ini juga menjadi viral di media sosial, terutama setelah kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek yang menyatakan adanya kejanggalan pada lampu sinyal saat kereta melintas di Stasiun Bekasi Kota.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun X @txttransportasi, asisten masinis tersebut mengungkapkan bahwa terjadi miskomunikasi dan sinyal yang error. Ia menyebutkan bahwa pusat kendali belum sepenuhnya menerima informasi saat situasi darurat terjadi, dan perubahan sinyal menjadi merah terjadi pada waktu yang tidak seharusnya.

Asisten masinis tersebut menambahkan, "Tadi nginfoin PK (Pusat kendali) nya, cuman saya belum kopi informasinya sepenuhnya, udah keburu sinyalnya merah." Ia juga menjelaskan, "Harusnya itu gak bisa merah. Soalnya dari Bekasi hijau, koneksi harusnya, kalau hijau di sini maksimal kuning, tak bisa merah. Kecepatan lumayan, 110 km/jam."

Dengan investigasi yang masih berlangsung, KNKT berkomitmen untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Artikel Terkait