Di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Aditya Pratama Putra menjadi korban kesalahpahaman karena wajahnya yang dianggap mirip dengan Taufik Hidayat, seorang terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan perempuan yang sedang dicari oleh pihak kepolisian. Aditya, yang dikenal sebagai aktor dalam serial 'Preman Pensiun', merasa perlu untuk membuat video klarifikasi yang juga menyentuh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menegaskan bahwa ia bukanlah orang yang sedang diburu.
Aditya menceritakan bahwa kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang terungkap pekan lalu membuatnya terkejut, karena ia tidak menyangka akan terlibat dalam situasi tersebut. Hal ini terjadi setelah foto Taufik Hidayat menyebar luas di media sosial, bahkan Gubernur Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara untuk menangkap terduga pelaku.
Kejadian Tak Menyenangkan di Ruang Publik
Karena wajahnya yang dianggap mirip, Aditya mengalami berbagai kejadian tidak menyenangkan di tempat umum. Ia mulai dipandang dengan curiga, dicurigai oleh warga, bahkan ditarik dan diinterogasi karena disangka sebagai buronan. Aditya mengungkapkan, "Ya jadi kan awalnya dari awal kasus ini mencuat di sosmed tuh ya sering seliweran ya di FYP [for your page]." Ia merasa miris melihat korban dalam kasus tersebut, yang sering ditampilkan di media.
Awalnya, ia menganggap lelucon dari teman-temannya yang mengiriminya pesan dan menandainya di berbagai unggahan media sosial. Namun, semakin banyak orang yang memperhatikannya dengan tatapan curiga, terutama saat ia berbelanja di minimarket. "Sampai akhirnya kemarin puncaknya itu ada bapak-bapak, saya lagi di sebuah minimarket tiba-tiba narik baju belakang," tuturnya.
Video Klarifikasi dan Harapan untuk Keadilan
Aditya merasa perlu untuk menjelaskan bahwa ia bukan orang yang dicari polisi. Ia menunjukkan kartu identitasnya untuk meyakinkan orang yang salah sangka. "Oh, maaf Pak bukan,' saya bilang. 'Ah, bohong' katanya. 'Saya mah Adit, nama saya Adit'," ujarnya menirukan percakapan tersebut. Kejadian serupa juga terjadi saat ia membeli nasi goreng bersama istrinya, di mana ia dikeplak oleh seorang ibu-ibu yang mungkin juga mengira ia adalah Taufik Hidayat.
Walaupun tidak mengalami kekerasan fisik yang serius, Aditya mulai merasa khawatir karena perhatian yang didapat Taufik Hidayat menjadi sorotan nasional. Dengan adanya sayembara yang menawarkan hadiah Rp250 juta bagi informasi mengenai keberadaan Taufik, Aditya merasa perlu untuk membuat video klarifikasi. "Ya makanya saya bikin video klarifikasi karena khawatir kan," ujarnya.
Aditya berharap pelaku yang sebenarnya segera ditangkap agar kasus ini dapat diselesaikan dan korban mendapatkan keadilan. "Ya mungkin harapan saya sih satu, pelaku atau DPO ini segera tertangkap karena sudah cukup meresahkan se-Indonesia," tuturnya. Sebelumnya, seorang perempuan dilaporkan hilang selama tiga tahun dan diduga disekap oleh kekasihnya sendiri di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.