Tiga belas tahun yang lalu, Kirsty Gilmour memulai debutnya di Kejuaraan Dunia BWF dan sejak saat itu, ia telah berpartisipasi di setiap edisi turnamen tersebut. Kini, New Delhi akan menjadi lokasi penampilannya yang ke-11. Setelah berhasil meraih gelar Kejuaraan Eropa untuk pertama kalinya tahun ini, Gilmour, yang kini berusia 32 tahun, menunjukkan bahwa semangat dan dedikasinya dalam olahraga ini tetap kuat.
Refleksi Perjalanan Karier
Dalam bagian pertama dari wawancara dua bagian dengan pemain peringkat 34 dunia ini, Gilmour mengungkapkan pandangannya tentang perjalanan kariernya. Ia menyatakan, "Memainkan pertandingan ke-10 Anda menunjukkan betapa Anda mampu mempertahankan level permainan yang tinggi selama ini." Ia juga menambahkan, "Ya, lucu sekali ya... terkadang jurnalis memikirkan hal-hal yang sebelumnya tidak saya pertimbangkan. Jadi, ini sangat menarik. Saya berusaha untuk tidak menganggapnya remeh; saya masih di sini dan mampu bermain di ajang seperti Kejuaraan Dunia. Mungkin terkadang aku lupa betapa istimewanya itu, sebenarnya, tapi ya, nomor 10, itu terasa sangat istimewa." Gilmour juga mengingat pengalaman bermain di kota asalnya yang membuatnya merasa beruntung.
Momen Berkesan di Kejuaraan Dunia
Gilmour mengingat momen-momen berkesan di Kejuaraan Dunia, terutama saat mencapai perempat final di Emirates Arena. "Di satu sisi ada stiker Chen Long setinggi 20 meter, dan stiker saya setinggi 20 meter! Tidak ada yang memberi tahu saya bahwa itu akan terjadi. Itu cukup menakutkan, tetapi sangat, sangat istimewa," ujarnya. Ia juga berbagi tentang tantangan yang dihadapi setelah bertahun-tahun berkompetisi. "Tentu saja, 100 persen. Saya rasa tidak ada pemain di sirkuit saat ini, berapa pun usianya, yang tidak pernah berpikir, 'Oh, saya rasa saya tidak bisa melakukannya hari ini.' Karena kita selalu berusaha sangat keras, sangat sulit untuk melakukannya selama lima atau sepuluh tahun." Gilmour menekankan pentingnya menikmati setiap momen yang tersisa dalam kariernya.
Di awal setiap harinya, Gilmour menetapkan disiplin sebagai prioritas. "Bagiku saat ini yang terpenting adalah disiplin, aku tahu apa yang dibutuhkan setiap hari. Selama aku meninggalkan tempat latihan dengan perasaan lelah secara fisik dan juga sedikit lelah secara mental, itu sudah menjadi bagian penting bagiku." Ia menjelaskan bahwa fokus pada taktik dan pengambilan keputusan menjadi kunci dalam latihan saat ini, berusaha untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik.