Monday, 17 August 2026
Olahraga

Kirsty Gilmour Serukan Penerimaan Kaum LGBTQ di Asia

Kirsty Gilmour, juara bulu tangkis Eropa asal Skotlandia, berharap akan ada peningkatan penerimaan terhadap komunitas LGBTQ di Asia, di tengah stigma yang masih ada.

P
Putri Ayunda Lestari
17 August 2026 1 pembaca
Kirsty Gilmour/[Foto:Sportstar]
Kirsty Gilmour/[Foto:Sportstar]

Atlet bulu tangkis asal Skotlandia, Kirsty Gilmour, yang mengungkapkan orientasi seksualnya sebagai seorang gay pada tahun 2021, menyatakan harapannya untuk melihat penerimaan yang lebih baik terhadap kaum LGBTQ di Asia. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di New Delhi, Gilmour menekankan perlunya kemajuan yang lebih signifikan di kawasan yang masih menghadapi diskriminasi.

Pernyataan di New Delhi

Gilmour, yang kini berusia 32 tahun, mengungkapkan keinginannya tersebut saat menjawab pertanyaan dari AFP setelah sesi latihan di Stadion Indoor Indira Gandhi, yang menjadi tempat berlangsungnya kejuaraan bulu tangkis dunia yang dimulai pada hari Senin. "Saya sangat ingin melihat hal itu terjadi," ujarnya, menyoroti pentingnya inklusivitas dalam dunia olahraga.

Dia juga menyampaikan rasa syukurnya atas pengalaman menginap di sebuah hotel di New Delhi yang menampilkan simbol-simbol kebanggaan LGBTQ. "Hotel tempat kami menginap memiliki patung gajah LGBTQ raksasa di lobi dan semua staf mengenakan pin bendera LGBTQ," tambahnya. Gilmour menekankan bahwa meskipun bagi sebagian orang hal itu mungkin tidak terlalu berarti, baginya itu memberikan rasa lega karena merasa tidak akan diperlakukan secara berbeda.

Prestasi di Dunia Bulu Tangkis

Gilmour tiba di India dengan semangat tinggi setelah meraih gelar terbesar dalam kariernya pada bulan April, di mana ia berhasil mengalahkan Line Hojmark Kjaersfeldt dari Denmark dengan skor 21-17, 21-15, menjadikannya juara tunggal putri Eropa pertama dari Skotlandia. Kemenangan ini mengakhiri serangkaian kegagalan yang dialaminya, di mana ia sebelumnya pernah menjadi runner-up di Kejuaraan Eropa sebanyak lima kali dan meraih medali perak di Commonwealth Games 2014.

“Saya rasa sebagian besar karier saya telah dikenang karena medali perak, dan hampir saja, dan hampir saja,” ungkapnya. Gilmour merasa bangga bisa menyebut dirinya sebagai juara Eropa, sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi tradisi bulu tangkis Skotlandia yang relatif kecil dengan populasi sekitar 5,5 juta jiwa. Dia berharap kemenangannya dapat menginspirasi generasi baru pemain bulu tangkis di negaranya.

“Kemenangan saya di kejuaraan Eropa mungkin menjadi batu loncatan untuk sesuatu yang lebih besar bagi bulu tangkis Skotlandia,” tutup Gilmour.

// Artikel Terkait