Wednesday, 20 May 2026
Peristiwa

KemenHAM Memantau Situasi Penahanan WNI oleh Israel

Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menunjukkan keprihatinan terhadap penculikan Warga Negara Indonesia yang terlibat dalam Global Sumud Flotilla 2.0 oleh tentara Israel. KemenHAM terus m...

N
Ni Luh Ayu Sari
20 May 2026 6 pembaca
KemenHAM Memantau Situasi Penahanan WNI oleh Israel
Foto: Republika

Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) menyatakan keprihatinannya terkait penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berpartisipasi dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 oleh militer Israel. KemenHAM berkomitmen untuk terus memantau perkembangan mengenai para WNI tersebut.

Dari total sembilan WNI yang berada dalam rombongan, terdapat dua jurnalis dari Republika yang diculik, yaitu Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody). Keduanya sedang dalam perjalanan menggunakan kapal yang bertujuan untuk mengirimkan bantuan logistik kepada pengungsi di Gaza.

Tindakan Intersepsi yang Dikecam

Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta, menjelaskan bahwa kedua jurnalis tersebut sedang menjalankan misi kemanusiaan. "Kedua jurnalis tersebut saat itu sedang berada dalam pelayaran kapal-kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dalam rangka melaksanakan tugas misi kemanusiaan. Dan bukan baru kali ini saja mereka ikuti misi ini tetapi sudah pernah sebelumnya juga," ungkapnya setelah bertemu dengan Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, di Kantor KemenHAM.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan oleh militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan GSF yang berada di perairan internasional. Ia menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang berupaya memberikan bantuan kepada rakyat Palestina di Gaza.

Upaya Pembebasan WNI yang Ditahan

Dalam penanganan kasus penculikan ini, Thomas mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang berupaya keras untuk memastikan pembebasan WNI beserta awak misi kemanusiaan yang ditahan. "Kami mendapat informasi bahwa pihak otoritas diplomatik Indonesia telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin keselamatan serta mempercepat proses pemulangan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut," jelasnya.

Thomas juga menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi ini melalui komunikasi yang intensif dengan berbagai pihak terkait untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi WNI tersebut. Langkah-langkah perlindungan akan disiapkan secara maksimal seiring dengan perkembangan situasi yang cepat.

Pemerintah sedang menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitas perlindungan dan percepatan pemulangan jika diperlukan. "Kita tentu terus melakukan pemantauan dari waktu ke waktu untuk memastikan kondisi WNI kita dalam keadaan selamat dan bisa segera dibebaskan," tutup Thomas.

// Artikel Terkait