Thursday, 02 July 2026
Olahraga

Kembalinya Jimmy Wong ke Timnas Memperbesar Peluang Menuju Olimpiade LA 2028

Pemain ganda campuran Jimmy Wong optimis bahwa kembalinya ke tim nasional akan membantunya meraih impian lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan pasangan baru, ia merasa berada di jalur yang tepat...

J
Jonathan Michael
02 July 2026 3 pembaca
Jimmy Wong-Cheng Su Yin/[Foto:NST]
Jimmy Wong-Cheng Su Yin/[Foto:NST]

Pemain ganda campuran, Jimmy Wong, menyatakan keyakinannya bahwa kembalinya ke tim nasional telah menghidupkan kembali harapannya untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Los Angeles 2028. Di usia 23 tahun, Jimmy merasa kini berada dalam lingkungan yang mendukung untuk mewujudkan ambisi terbesarnya.

Setelah lebih dari sebulan bergabung kembali dengan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) setelah kepergian Hoo Pang Ron, Jimmy merasa optimis dengan kemajuan yang dicapainya bersama pasangan barunya, Cheng Su Yin. Meskipun ia mengakui bahwa kemitraan ini masih dalam tahap pengembangan, ia merasa perkembangan yang terjadi cukup positif. "Secara keseluruhan, perkembangannya positif," ujarnya. "Kami telah memainkan empat turnamen sejauh ini dan saya cukup puas, meskipun masih banyak area yang perlu kami tingkatkan." Ia menambahkan, "Ada pertandingan di mana kami unggul tetapi tidak mampu menyelesaikannya. Hal-hal itulah yang harus terus kami upayakan."

Fokus pada Kualitas Permainan

Meskipun Jimmy Wong berusaha untuk tidak membebani dirinya dengan harapan yang berlebihan, ia mengakui bahwa kesempatan untuk kembali ke BAM memberikan semangat baru bagi aspirasi Olimpiadenya. "Ya, lolos kualifikasi untuk Olimpiade Los Angeles adalah salah satu target utama saya," katanya. "Tapi saya hanya ingin melakukan yang terbaik. Jika Anda menetapkan terlalu banyak target, Anda akhirnya memberi tekanan pada diri sendiri, jadi saya lebih memilih untuk fokus memberikan yang terbaik setiap kali saya melangkah ke lapangan."

Jimmy percaya bahwa latihan rutin dalam program performa tinggi BAM, ditambah kesempatan untuk dilatih oleh Nova Widianto, seorang juara Olimpiade dan dunia, telah mempercepat perkembangannya baik sebagai pemain maupun individu. "Ini sangat membantu saya," ungkapnya. "Ini pertama kalinya saya berlatih di bawah bimbingan pelatih sekaliber Nova. Dia memiliki banyak pengalaman, jadi lebih mudah bagi saya untuk belajar darinya. Dia telah membantu meningkatkan tidak hanya permainan saya tetapi juga diri saya sebagai individu."

Komunikasi dan Kerjasama dalam Tim

Jimmy juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik dengan Su Yin, yang terjalin melalui diskusi terbuka setelah setiap pertandingan. "Kami berkomunikasi dengan baik. Setelah setiap pertandingan, kami duduk bersama dan membahas apa yang salah dan apa yang perlu kami perbaiki." Meskipun pasangan ini mengalami pasang surut sejak bergabung pada bulan Mei, mereka telah menunjukkan potensi dengan mengalahkan pasangan peringkat 1 dunia asal Tiongkok, Feng Yan Zhe-Huang Dong Ping, di babak pertama Singapore Open dan mencapai babak kedua. Mereka juga hampir mengalahkan pasangan Thailand peringkat 13 dunia, Ruttanapak Oupthong-Jhenicha Sudjaipraparat, di Australian Open sebelum kalah tipis.

Optimisme Jimmy Wong juga terlihat dalam rencana jangka panjang yang disusun oleh Nova Widianto, yang sedang berusaha membentuk skuad ganda campuran yang kuat menjelang kualifikasi Olimpiade Los Angeles yang dimulai pada bulan Mei mendatang. Dengan juara dunia Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei sebagai satu-satunya kombinasi mapan BAM, dan Chen saat ini absen karena cedera lutut, pasangan Jimmy dan Su Yin dengan cepat menjadi salah satu proyek unggulan Nova untuk siklus Olimpiade mendatang.

Walaupun beberapa pasangan pemain muda menunjukkan potensi selama latihan, Nova Widianto menekankan bahwa mentalitas menjadi tantangan terbesar yang menghalangi mereka untuk bersaing secara konsisten di level tertinggi. "Pasangan lainnya menunjukkan performa bagus dalam latihan dan secara teknis mereka mampu bersaing dengan pemain senior selama sparing," kata Nova. "Namun yang belum saya lihat secara konsisten adalah mentalitas yang dibutuhkan untuk menjadi pemain top. Malaysia memiliki banyak pemain berbakat, tetapi mereka masih perlu menunjukkan bahwa mereka mampu tampil di bawah tekanan selama turnamen. Bukannya mereka tidak memilikinya. Mereka hanya belum menunjukkannya."

Nova berharap untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kombinasi Olimpiade pada akhir tahun ini, namun menekankan bahwa posisi masih bisa diperebutkan. "Saat ini, kami telah mengidentifikasi dua pasangan, tetapi kami masih mengevaluasinya. Jika ada pasangan lain yang menunjukkan peningkatan signifikan, tentu saja kami akan mempertimbangkannya. Yang terpenting adalah menemukan pasangan yang tepat untuk Olimpiade."

// Artikel Terkait