Thursday, 29 October 2026
Hukum & Kriminal

--- Keluarga Minta Penyelidikan Mendalam Terhadap Kasus Penembakan Polisi ---

--- Keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai mendatangi Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan kasus penembakan yang menewaskan klien mereka. Mereka meminta agar penyelidikan dilakukan sec...

N
Ni Luh Ayu Sari
29 October 2026 4 pembaca
Kuasa hukum keluarga dari mendiang Bharatu Valdo mendatangi Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan kasus pembunuhan kliennya oleh sesama polisi. (Foto: Ari Saputra/Detikcom)
Kuasa hukum keluarga dari mendiang Bharatu Valdo mendatangi Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan kasus pembunuhan kliennya oleh sesama polisi. (Foto: Ari Saputra/Detikcom)
---TITLEEXCERPT--- Keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai mendatangi Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan kasus penembakan yang menewaskan klien mereka. Mereka meminta agar penyelidikan dilakukan secara tuntas. ---CONTENT---

Kuasa hukum dari keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai mengunjungi Mabes Polri di Jakarta Selatan pada Rabu (28/10) untuk menanyakan kelanjutan kasus yang mengakibatkan kematian klien mereka. Valdo diduga tewas akibat tembakan yang dilayangkan oleh juniornya, Bharada Andika Rahmadani, di Mako Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Permintaan Penjelasan kepada Kapolri

Ardy Mbalembout, kuasa hukum Valdo, menyatakan bahwa mereka telah menyerahkan surat kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada hari Selasa sebelumnya. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk menanyakan tindak lanjut dari surat tersebut. "Kami ke Mabes Polri dalam rangka ingin menanyakan perkembangan surat kami ke Pak Kapolri hari kemarin. Pak Petrus dan teman-teman telah dijadwalkan untuk bertemu, tapi tadi ada kendala teknis, maka oleh staf khusus beliau, Sespri untuk diatur jadwal kembali, udah diminta," ungkap Ardy di Mabes Polri.

Desakan untuk Mengusut Tuntas Kasus

Dalam pertemuan itu, Ardy juga meminta kepada Kapolri untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Valdo. "Pada intinya kehadiran kami ke sini untuk meminta perlindungan hukum kepada Pak Kapolri atas perjalanan kasus yang beliau atensi hari Senin, 19 Oktober 2026 kemarin agar Propam Polda Metro Jaya bekerja secara profesional mengusut tuntasnya kasus pembunuhan berencana terhadap almarhum Valdo Fernandez," jelasnya.

Petrus Bala Pattyona, rekan kuasa hukum Valdo, menambahkan bahwa mereka mempertanyakan mengapa pihak kepolisian belum mengumumkan tersangka dalam kasus ini. "Maksud kedatangan kami itu bahwa kami ingin mempertanyakan, kenapa sudah sejak tanggal 16 sampai hari ini, sudah 10 hari pihak kepolisian belum mengumumkan tersangkanya? belum merilis," katanya.

Valdo, yang merupakan anggota Ditpoludara, meninggal dunia setelah ditembak oleh Bharada Andika Rahmadani di Mako Polairud Pondok Cabe pada Jumat (16/10) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat ini, Andika telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.

Menurut keterangan dari Budi, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan. "Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan akuntabel. Setiap perkembangan akan diinformasikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi.

Selain itu, kuasa hukum juga mengungkap hasil autopsi terhadap Bharatu Valdo, yang menunjukkan adanya empat proyektil di kepala.

// Artikel Terkait