Keluarga dari mendiang dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang lebih dikenal dengan sebutan dokter Icha, telah melaporkan kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara kepada Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.
Setibanya di Markas Polda NTT, keluarga dokter Icha langsung menuju ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk mengajukan laporan. Di antara anggota keluarga yang hadir, terdapat kedua orang tua almarhum, Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah, serta dua adiknya, Tiara Maharani Dwi Pakaenoni dan Eflin Pakaenoni. Eflin terlihat membawa bingkai foto kakaknya sambil berjalan menuju ruang SPKT.
Keberadaan Pihak Kepolisian
Dalam proses pelaporan, turut hadir Wakil Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak-Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi Samuel Sambolon. Sebelumnya, pada 26 Juni 2026, dokter Icha ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Keluarga menduga bahwa kematian dokter Icha berkaitan dengan intimidasi yang dialaminya dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara pada tanggal 13 Juni 2026, saat ia bertugas sebagai dokter jaga di IGD RS Leona di Kota Kefamenanu.
Proses Pelaporan yang Berlanjut
Sampai berita ini diturunkan, keluarga dokter Icha masih berada di ruangan SPKT untuk melanjutkan proses pelaporan terkait dugaan intimidasi tersebut. Kasus ini menarik perhatian karena melibatkan seorang tenaga medis dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.