Kematian L (30) di Medan, Sumatera Utara, yang dilaporkan sebagai bunuh diri dengan senjata api milik mantan suaminya, Bripda IH, masih menyisakan banyak tanda tanya. Keluarga korban merasa ada yang tidak beres dengan penyebab kematian L dan mengungkapkan kecurigaan mereka setelah melihat jenazahnya.
Sanalui Gowasa (56), ayah L, menegaskan bahwa putrinya tidak mungkin meninggal karena menembak dirinya sendiri, seperti yang dinyatakan oleh pihak kepolisian. "Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri. Ini hasil dianiaya," ucapnya saat ditemui di rumah duka di Medan.
Kondisi Jenazah yang Mencurigakan
Sanalui menjelaskan bahwa saat melihat jenazah, ia menemukan banyak luka lebam di berbagai bagian tubuh L. Ia juga mencatat adanya luka di leher yang diduga akibat cekikan. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda peluru di kepala anaknya, yang seharusnya ada jika benar terjadi bunuh diri.
"Karena dari hasil kita lihat, di sana ada pencekikan leher dan mata memar. Dan semua badannya agak kebiru-biruan. Dan tidak ada itu bekas tembakan seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu bunuh diri, merampas dengan paksa pistol suaminya. Itu tidak benar," tambahnya.
Sanalui juga telah meminta hasil autopsi dari RS Bhayangkara Medan, namun hingga saat ini belum menerima informasi tersebut. Ia merasa tidak percaya dengan penjelasan yang diberikan oleh penyidik mengenai penyebab kematian putrinya. "Ah, itu udah saya tanya, tapi tunggulah sabar, sedang dilidik kata mereka," ungkapnya.
Pernyataan Keluarga dan Temuan Luka
Ica, adik L, juga meragukan penyebab kematian kakaknya. Saat melihat jenazah di RS Bhayangkara, ia menemukan beberapa luka memar di tubuh L. "Yang saya lihat matanya sudah memar. Ada bekas goresan di lutut, lebam di bagian pusar dan mulai membusuk. Lebam di bagian kaki dan jari tangan," jelasnya.
Ica menambahkan bahwa ia melihat ada luka di bawah dagu yang telah dijahit, dan ketika ditanya kepada polisi, mereka menyebutkan bahwa itu adalah bekas suntikan. "Kami nanya ini apa ini yang dijahit? Ini kan kayaknya bukan bagian autopsi. Jawaban polisinya, 'Ini kemarin ada yang disuntikkan'," ungkapnya. Ica mempertanyakan mengapa luka tersebut besar dan harus dijahit jika memang benar suntikan.
Ia juga merasa aneh dengan penjelasan polisi yang menyatakan bahwa L menembak kepalanya sendiri. Menurutnya, jika benar ada peluru yang diambil, seharusnya tengkorak L dibongkar, namun hanya bagian depan wajah yang dipotong.
Pernyataan Pihak Kepolisian
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik, L diduga tewas akibat luka tembak. Ia menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.
"Dari keterangan para ahli, yang pertama adalah dokter forensik yang melakukan autopsi, bahwa tidak ada bekas-bekas kekerasan atau bekas-bekas apa pun, benda tumpul, benda tajam yang melukai korban," jelasnya. Ia menambahkan bahwa hasil autopsi menunjukkan satu luka tembak di bagian kepala L, yang mengindikasikan bunuh diri, sesuai dengan keterangan dua saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
"Hanya ada satu luka tembak yang berada di bagian kepalanya, yang dilakukan bunuh diri seperti yang saya jelaskan," tutupnya.