Tuesday, 18 August 2026
Olahraga

Kekalahan Mengejutkan Shi Yuqi di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026

Shi Yuqi, juara bertahan tunggal putra, terpaksa mengakhiri perjuangannya di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah kalah dari Ayush Shetty di babak awal. Pertandingan yang berlangsung di New Delhi...

D
Doni Setiawan
18 August 2026 2 pembaca
Shi Yuqi/[Foto:SohuSports]
Shi Yuqi/[Foto:SohuSports]

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 resmi dimulai pada 17 Agustus di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India. Pada hari pertama kompetisi, terjadi kejutan besar ketika Shi Yuqi, juara bertahan tunggal putra dan unggulan teratas, tersingkir setelah kalah dari Ayush Shetty, bintang muda tuan rumah berusia 21 tahun, dengan skor 14-21, 21-13, 19-21. Kekalahan ini mengakhiri harapan Shi Yuqi untuk mempertahankan gelarnya dan membuatnya tidak melaju ke babak 32 besar.

Kejuaraan Dunia 2026 ini merupakan edisi terakhir dengan format 21 poin dan tiga set, di mana semua pemain top berambisi untuk bersaing. Tersingkirnya Shi Yuqi di tahap awal menjadi sinyal peringatan bagi tim tunggal putra Tiongkok. Pertandingan antara Shi Yuqi dan Ayush Shetty bukanlah hal baru, mengingat keduanya sudah saling mengenal dengan baik.

Performa Mengesankan Ayush Shetty

Ayush Shetty, yang baru-baru ini mencapai final dan menjadi runner-up di Kejuaraan Asia, menunjukkan performa yang sangat baik musim ini. Meskipun sebelumnya kalah dalam tiga pertemuan dengan Shi Yuqi, pertandingan kali ini menandai kemenangan pertamanya melawan pemain nomor satu dunia, berkat dukungan luar biasa dari penonton di kandang sendiri.

Pada game pertama, Shi Yuqi tampak kesulitan beradaptasi dan melakukan banyak kesalahan, sehingga Ayush berhasil merebut game pertama dengan skor 21-14. Di game kedua, Shi Yuqi memperbaiki permainannya dan menang 21-13. Namun, di game penentu, Ayush memimpin jauh dengan skor 16-5 dan 17-6. Shi Yuqi berusaha keras untuk bangkit, mengejar dari 5-16 menjadi 15-18, dan dari 15-20 menjadi 19-20, menyelamatkan beberapa match point, tetapi akhirnya harus mengakui kekalahan dengan skor 19-21.

Refleksi Shi Yuqi Pasca Pertandingan

Setelah pertandingan, Shi Yuqi mengakui kepada media bahwa tertinggal jauh di game ketiga memaksanya untuk mencari kelemahan lawan satu per satu. "Keajaiban tidak selalu terjadi, tetapi saya benar-benar telah berusaha sebaik mungkin," ujarnya. Jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, kekalahan ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Shi Yuqi sebelumnya berhasil melakukan comeback di final Kejuaraan Dunia Paris 2025 melawan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, yang membantu Tiongkok meraih medali emas setelah sepuluh tahun.

Namun, cedera yang mengganggu sejak Piala Thomas membuatnya terpaksa mundur dari beberapa turnamen, dan ia hanya meraih satu gelar di nomor individu, yaitu Kejuaraan Asia. Di sisi lain, Ayush Shetty, yang lahir pada tahun 2005, menunjukkan perkembangan pesat musim ini, dengan suhu dan kelembapan tinggi di kandang sendiri serta dukungan penonton yang antusias meningkatkan performanya.

Undian juga tampak tidak menguntungkan bagi tim Tiongkok, dengan Shi Yuqi, Li Shifeng, dan Weng Hongyang berada di bagian atas undian, sehingga hanya satu pemain dari masing-masing bagian yang bisa melaju ke final, membuat persaingan semakin ketat sejak babak awal.

Usai pertandingan, Shi Yuqi tidak mencari-cari alasan, melainkan menyatakan bahwa ia perlu menganalisis dan berinovasi dalam teknik dan latihannya. Kejernihan pikiran ini dianggapnya lebih berharga dibandingkan sekadar kemenangan atau kekalahan. Kejuaraan Dunia ini menjadi turnamen terakhir dalam era sistem penilaian 21 poin, dan awalnya sudah menunjukkan bahwa pertandingan ke depan akan semakin intens. Kini, beban di pundak tim bulu tangkis nasional Tiongkok sepenuhnya berada di tangan Li Shifeng. Apakah ia mampu menanggung tekanan dan melangkah lebih jauh akan menentukan keberhasilan akhir tim bulu tangkis putra Tiongkok di New Delhi.

// Artikel Terkait