Jakarta, CNN Indonesia -- Penyelidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan oleh Saepul (26) terhadap Kunaefi (51) di Pancoran Mas, Kota Depok, mengungkap fakta baru. Keduanya diketahui berkenalan melalui aplikasi yang diperuntukkan bagi penyuka sesama jenis.
Kepala Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, menjelaskan, "Pengecekan handphone milik tersangka menunjukkan bahwa ia tergabung dalam grup (komunitas gay). Untuk perkenalan awal, pelaku dan korban memang lewat aplikasi sosial media Hornet."
Rencana Kejahatan yang Terungkap
Dari hasil penyidikan, Dimitri menambahkan bahwa Saepul telah merencanakan aksi pencurian barang milik korban yang berujung pada pembunuhan. "Perencanaannya adalah karena pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban serta ada niat untuk membunuh korban," ucapnya.
Saepul kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan. Sebelumnya, masyarakat di Pancoran Mas, Kota Depok, dikejutkan dengan penemuan mayat tanpa kaki yang dimasukkan ke dalam sebuah karung di lahan kosong pada Selasa (4/8).
Proses Penangkapan dan Penghilangan Jejak
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap Saepul di Pandeglang, Banten, saat ia berusaha melarikan diri pada Rabu sekitar pukul 04.15 WIB. Menurut penyelidikan, Saepul memutilasi Kunaefi untuk menghilangkan jejak dari tindak pembunuhan yang telah dilakukannya.
Jasad korban yang sudah dimutilasi kemudian dibungkus dengan plastik hitam dan dimasukkan ke dalam karung beras. Karung tersebut dibuang oleh pelaku di lahan kosong di Pancoran Mas, Depok. "Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa potongan tubuh korban yang telah dimutilasi dibuang ke sungai di lokasi berbeda untuk menghindari penemuan. "Sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas," tuturnya.