Irjen Pol Hengki, Kapolda Banten, mengungkapkan bahwa pelampung kedua yang ditemukan oleh KAL Anyer selama operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, tidak terkait dengan kapal Arupadhatu 1.
"Penemuan yang terjadi pada hari keempat ini, terdapat satu life jacket yang juga sudah kami interogasi malam tadi dari Kasubdit Gakkum Polairud, dan itu bukan milik kapal Arupadhatu 1," ujarnya saat memulai operasi pencarian menggunakan KP Sanjaya di Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada hari Sabtu.
Konfirmasi dari Pemilik Kapal
Hengki menegaskan bahwa informasi tersebut telah diverifikasi oleh Sandi Wiyasa, pemilik kapal Arupadhatu 1, yang menyatakan bahwa peralatan keselamatan yang ditemukan bukan milik kapalnya. "Dari hasil pemeriksaan interogasi kami kepada pemilik kapal, Bapak Sandi Wiyasa, baik life jacket pertama maupun pelampung putih yang ditemukan, jelas bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1," jelasnya.
Operasi Pencarian yang Berlanjut
KAP Sanjaya berangkat sekitar pukul 07.30 WIB untuk melanjutkan operasi pencarian pada hari kelima bagi lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak hari Senin (7/9). Kapal tersebut akan menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 80 mil dengan kecepatan 10 knots, yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar delapan jam.
Pada hari kelima ini, tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian di area seluas 4.512 nautical mile, dengan penambahan jumlah kapal dari sebelumnya 13 menjadi 14 kapal, yang akan dibagi dalam enam sektor. Fokus pencarian akan lebih diarahkan ke wilayah sekitar Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon.