Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menyatakan bahwa tawaran bantuan dari Malaysia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menjadi tambahan kekuatan di tengah upaya penanganan yang masih berlangsung di beberapa daerah. Ia mengakui bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah ini.
Dini menjelaskan bahwa dukungan dari negara sahabat perlu dimanfaatkan untuk mempercepat proses penanganan karhutla. "Yang penting prosedurnya jelas dan bantuannya benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya pada hari Jumat (11/9/2026).
Langkah-Langkah Penanganan yang Diterapkan
Menurut Dini, pemerintah saat ini telah menerapkan berbagai strategi, mulai dari operasi pemadaman di darat, pemantauan titik api, pendinginan, hingga penguatan operasi penanganan di wilayah yang menjadi prioritas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam menangani karhutla.
Pentingnya Perlindungan Masyarakat
Namun, Dini mengingatkan bahwa keberhasilan dalam penanganan karhutla tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah titik api yang berhasil dipadamkan. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi indikator utama. Semua pihak, menurutnya, perlu memastikan bahwa warga yang terkena dampak asap mendapatkan perlindungan yang memadai, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang tinggal di sekitar area kebakaran.