Thursday, 13 August 2026
Olahraga

India Investasi 36 Miliar untuk Perbaikan Venue Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026

Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) mengalokasikan dana sebesar 36 miliar rupiah untuk memperbaiki Stadion Indoor Indira Gandhi menjelang BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang akan berlangsung di New Delhi. Per...

I
Ilham Fadli Akbar
08 August 2026 59 pembaca
Bulu Tangkis/[Foto:Sportstar]
Bulu Tangkis/[Foto:Sportstar]

Setelah mendapatkan kritik di awal tahun ini saat India Open, Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) menginvestasikan 20 crore rupee, yang setara dengan sekitar 36 miliar rupiah, untuk melakukan perbaikan di Stadion Indoor Indira Gandhi menjelang turnamen BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di New Delhi bulan ini.

Perbaikan ini dilakukan sebagai respons terhadap kritik yang dilontarkan selama India Open, di mana banyak yang mengeluhkan kondisi kebersihan yang buruk, toilet yang tidak terawat, serta keberadaan burung merpati dan monyet di area venue. Pada bulan Januari, burung merpati bahkan mengganggu pertandingan putaran kedua antara HS Prannoy dan Loh Kean Yew, yang mengakibatkan pertandingan terhenti dua kali. Selain itu, pemain bulu tangkis Denmark, Mia Blitchfeldt, mengungkapkan bahwa area latihan dalam kondisi kotor dan tidak sehat. Anders Antonsen juga mengundurkan diri dari turnamen dan dikenakan denda akibat keputusannya, sementara keluhan mengenai polusi udara di Delhi juga muncul.

Investasi untuk Standar Kelas Dunia

Dalam acara pengundian Kejuaraan Dunia BWF, Sanjay Mishra, sekretaris BAI, mengungkapkan bahwa "hampir 20 crore rupee" diinvestasikan untuk meningkatkan kualitas venue. Ia menyatakan, "Lebih dari 200 hari perencanaan telah dilakukan dalam persiapan, hampir 20 crore rupee diinvestasikan untuk mengubah Stadion Indoor Indira Gandhi menjadi tempat bulu tangkis kelas dunia." Lebih dari 1.200 profesional, termasuk insinyur, teknisi, spesialis acara, sukarelawan, dan staf pendukung terlibat dalam proyek ini. BAI juga melibatkan spesialis internasional, termasuk ahli pencahayaan dari Indonesia, untuk memastikan standar kejuaraan dunia terpenuhi.

Persiapan Menjelang Turnamen

Berbicara kepada PTI, Mishra menyatakan keyakinannya terhadap penyelenggaraan turnamen di New Delhi. "Kami telah menangani setiap masalah yang muncul saat itu, dan saya senang mengatakan bahwa masalah-masalah tersebut telah terselesaikan sepenuhnya. Saya yakin ini akan menjadi salah satu Kejuaraan Dunia terbaik yang pernah ada," ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Olahraga dan SAI atas kerja keras mereka. "Di bawah bimbingan presiden kami, Dr. Himanta Biswa Sarma, semua persiapan berjalan dengan baik," tambahnya.

Mishra juga mencatat bahwa insiden kontroversial selama India Open membantu mereka dalam memperbaiki venue untuk Kejuaraan Dunia. "Stadion hampir siap untuk turnamen. India Open pada dasarnya adalah ajang uji coba untuk Kejuaraan Dunia. Jika kami tidak mengadakan ajang uji coba itu, kami tidak akan tahu kesulitan apa yang mungkin akan kami hadapi," katanya.

Venue tersebut telah mengalami renovasi yang signifikan. Jalan setapak, toilet, dan lantai telah diperbarui. Tim ahli pencahayaan dari Malaysia juga telah memasang sistem pencahayaan di lapangan. "Perubahan terbesar adalah renovasi total stadion. Dinding, toilet, dan lantai semuanya telah diperbarui. Kami bahkan mendatangkan ahli pencahayaan Malaysia untuk menangani pencahayaan. Tidak ada keluhan besar tentang pencahayaan sebelumnya, tetapi bahkan saat itu, kami telah mengundang beberapa ahli terbaik dunia di bidang ini," jelasnya.

Dia menambahkan, "Mereka akan memasang seluruh sistem pencahayaan, setelah itu BWF akan memeriksa dan menyetujuinya sebelum pencahayaan khusus lapangan dipasang. Saya yakin siapa pun yang pernah melihat atau bermain di India Open akan mendapati stadion ini benar-benar berubah kali ini."

// Artikel Terkait