Seorang guru berinisial DAL di SD Negeri 060807 Medan, Sumatera Utara, yang dituduh melakukan kekerasan terhadap sepuluh siswa karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumah, telah memutuskan untuk mengundurkan diri. Pengunduran diri ini terjadi setelah orang tua siswa melaporkan insiden tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Medan.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono, menyampaikan bahwa guru tersebut telah mengajukan surat pengunduran diri. "Informasi terakhir yang kami dapat guru tersebut sudah resign, mengundurkan diri. Dari kemarin, semenjak kejadian itu, kita perintahkan jangan ngajar dulu, dikasih piket saja. Namun yang bersangkutan mau resign, sehingga membuat surat pernyataan pengunduran diri. Jadi bukan kita yang memaksa," ujarnya.
Proses Mediasi yang Tak Berhasil
Mujiono menambahkan bahwa Disdik Medan telah mengundang pihak sekolah dan orang tua siswa untuk melakukan mediasi pada Selasa (1/9). Namun, orang tua siswa tidak hadir dalam pertemuan tersebut. "Sudah kita panggil semuanya untuk mediasi. Namun orang tua memilih untuk tidak mau datang. Sudah dibilang, sudah ditelepon juga orang tua, sudah kita panggilkan Kepala Sekolah dan wali-wali kelas, namun tetap tidak mau hadir mereka," ungkap Mujiono.
Situasi Kembali Normal
Meski demikian, Mujiono mengungkapkan bahwa orang tua siswa telah memaafkan kejadian tersebut. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di SDN 060807 Medan kini telah kembali normal. "Orang tua sudah memaafkan. Sudah normal semua, cuma karena dari segi administrasi, kepala sekolah kan harus kita tegur juga melalui surat peringatan (SP) supaya enggak terjadi lagi hal-hal seperti ini kan," tambahnya.