Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan terkait kritik yang dilayangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengenai sayembara tangkap begal dengan hadiah yang bervariasi antara Rp5 juta hingga Rp50 juta. Dedi menekankan bahwa sayembara ini diadakan untuk memberikan perlindungan kepada korban dan juga pelaku kejahatan.
“Yo sudah mulai aman ya, ayo warganya sudah mulai pada berani ya. Ayo aparatnya sudah sangat sigap saat ini. Saya menyampaikan rasa terima kasih atas oto kritik dari pak menteri HAM yang mengingatkan saya jangan sampai melanggar HAM pelaku kejahatan dengan main hakim sendiri,” ungkap Dedi pada Rabu (29/7/2027).
Alasan di Balik Sayembara
Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa ia pernah dikritik sebelumnya terkait isu barak militer yang dituduh melanggar hak asasi manusia. Ia menyatakan rasa terima kasih kepada Menteri HAM yang telah mengingatkan pentingnya untuk tidak melakukan pelanggaran HAM. Dalam penjelasannya, Dedi menyampaikan bahwa sayembara ini bertujuan untuk melindungi korban kejahatan, yang menurutnya juga merupakan korban pelanggaran HAM, karena mereka kehilangan rasa aman dan perlindungan dari negara.
“Dia kehilangan harta kekayaannya bahkan kehilangan nyawanya. Dan yang paling miris adalah korban kejahatan ketika masuk rumah sakit BPJS tidak bisa mengklaim membayarkan biaya rumah sakit,” tambahnya. Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa korban kejahatan tetap akan mendapatkan perawatan di rumah sakit yang dijamin oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemprov Jabar Siap Melindungi
Ia mengaku memahami situasi ini karena sering kali menangani kasus korban kejahatan yang tidak mendapatkan biaya perawatan di rumah sakit. Selain itu, Dedi juga mencatat bahwa pelaku kejahatan sering kali menjadi sasaran amuk massa, yang menyebabkan mereka terluka. Saat pelaku mendapatkan perawatan di rumah sakit, biaya perawatan tersebut sering kali tidak dapat dilunasi.
“Saya pernah membantu pelaku kejahatan karena rumah sakit harus membiayai besar. Pemprov Jabar hadir melindungi keduanya,” jelasnya.