China semakin memperkuat posisinya di dunia bulu tangkis junior Asia dengan meraih kemenangan atas Hong Kong China 2-0 dalam ajang Beregu Campuran Kejuaraan Asia Junior 2026 yang berlangsung di Gimnasium Umum Kota Yatsushiro hari ini. Kemenangan ini tidak hanya membuat China meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, tetapi juga menjadi gelar ke-11 mereka sejak kompetisi tim campuran dimulai pada tahun 2006.
Dalam pertandingan tersebut, China menunjukkan dominasi yang jelas dengan memenangkan dua set berturut-turut dengan skor 55-39 dan 55-37, menegaskan kedalaman tim mereka di semua disiplin bulu tangkis. Sementara itu, Hong Kong mencatatkan prestasi terbaik dalam sejarah mereka dengan mencapai final setelah mengalahkan India dan Thailand di babak gugur, dan pulang dengan medali perak sebagai pencapaian yang luar biasa.
Dominasi di Set Pertama
China langsung mengambil alih kontrol di set pertama. Pasangan ganda putra, Feng Yi Lang dan Wei Jian Zhen, berhasil mengalahkan Michaelangelo Njoto dan Yu Zhirui dengan skor tipis 11-10, memberikan keunggulan awal bagi tim. Kemudian, Luo Jing Yu memperlebar jarak dengan kemenangan 22-16 atas Chan Yee Hei di nomor tunggal putra. Pasangan ganda campuran, Tu Yi Chen dan Li Meng Han, juga menunjukkan performa yang solid dengan mengalahkan Cheung Sai Shing dan Chu Wing Chi dengan skor 33-23. Akhirnya, Yin Yi Qing dan pasangan ganda putri Tan Ke Xuan serta Wei Yue Yue menutup set pertama dengan skor 55-39.
Set Kedua yang Serupa
Set kedua berlangsung dengan pola yang mirip. Yi Lang Feng dan Wei Jian Zhen memulai dengan cepat, mengalahkan Njoto dan Yu Zhirui 11-6 hanya dalam waktu lima menit. Luo kembali menambah keunggulan dengan kemenangan 22-15 atas Chan Yee Hei. Tu Yi Chen dan Li Meng Han memastikan kemenangan tim dengan mengalahkan Cheung Sai Shing dan Chu Wing Chi dengan skor 33-22. Yin Yi Qing melanjutkan momentum dengan kemenangan 44-29 melawan Ip Sum Yau, sebelum Tan Ke Xuan dan Wei Yue Yue menutup pertandingan dengan kemenangan 55-37 atas Chu Wing Chi dan Yu Yi Kiu.
Kemenangan ini kembali menegaskan kekuatan China di level junior, dengan generasi baru pemain muda yang siap bersaing di panggung internasional. Bagi Hong Kong, medali perak ini menjadi tonggak penting dan mencerminkan perkembangan yang stabil dalam program junior mereka. Kini, perhatian akan beralih ke kejuaraan individu yang dijadwalkan dimulai pada 1 Juli, di mana banyak pemain yang sama akan melanjutkan perjuangan mereka untuk meraih gelar juara Asia.