Saturday, 29 August 2026
Hukum & Kriminal

Cekcok Mematikan Antara Juru Parkir dan Polisi di Palu, Aipda AA Lepaskan Tembakan

Seorang juru parkir di Palu, Sulawesi Tengah, tewas setelah terlibat cekcok dengan anggota Propam Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA, yang melepaskan tembakan. Insiden ini terjadi pada malam hari saat Ai...

I
Ilham Fadli Akbar
28 August 2026 13 pembaca
Ilustrasi. Seorang juru parkir di Palu tewas ditembak anggota Propam Polda setelah cekcok. (Istock/sandsun)
Ilustrasi. Seorang juru parkir di Palu tewas ditembak anggota Propam Polda setelah cekcok. (Istock/sandsun)

Seorang juru parkir di sebuah minimarket di Palu, Sulawesi Tengah, harus kehilangan nyawanya setelah terlibat cekcok dengan Aipda AA, anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah. Insiden ini terjadi pada malam hari, Kamis (27/8), ketika Aipda AA berhenti menggunakan mobil Toyota Avanza putih untuk berbelanja.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby, Aipda AA melepaskan tembakan sebanyak tujuh hingga delapan kali ke arah juru parkir yang bernama Dedi. "Peluru yang keluar dari senjata AA, sekitar 7 atau 8 butir. Tapi, kita belum dapat pastikan jumlah luka yang dialami korban hingga meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis," ungkapnya.

Awal Mula Cekcok

Peristiwa ini bermula ketika Aipda AA berjalan menuju kendaraannya setelah berbelanja. Saat itu, Dedi, tukang parkir, mendekatinya dan terjadi cekcok yang berujung pada perkelahian. Dedi mengeluarkan parang dan menyerang Aipda AA, yang kemudian membela diri dan mengalami luka di tangan kanan serta putusnya jari tangan kiri.

"Dalam keadaan terdesak, Aipda AA mengeluarkan senjata apinya dan melepaskan satu tembakan peringatan. Namun, Dedi masih mengejar, sehingga Aipda AA melepaskan sejumlah tembakan ke arah Dedi," jelas Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin.

Korban Lain dan Penanganan Medis

Selain Dedi, seorang warga bernama MA juga dilarikan ke rumah sakit akibat terkena peluru nyasar dari tembakan Aipda AA saat mengintip dari tempat jahit sepatu yang berdekatan dengan lokasi kejadian. "Saat mengintip dari jendela, dia kemudian menyadari terdapat luka pada bagian leher kanan yang diduga akibat terkena peluru nyasar," tambah Achmad.

Akibat insiden ini, tiga orang korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Aipda AA dirawat di RS Bhayangkara Palu, sedangkan Dedi dan MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno. Sayangnya, Dedi meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Anutapura Palu.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian ini. "Petugas telah memasang garis polisi di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Achmad. Aipda AA akan menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah. Jika dalam penyidikan ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur penggunaan senjata api, Aipda AA akan dikenakan sanksi tegas.

// Artikel Terkait