Wednesday, 01 July 2026
Hukum & Kriminal

Bupati Bangkalan Desak Pengusutan Tuntas Kematian Sekdin di Bandara Juanda

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meminta kepolisian untuk mengusut secara menyeluruh kematian Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, RYS, yang ditemukan tewas di Bandara Juanda. Ia berharap penyebab kematian...

A
Agung Maulana
01 July 2026 11 pembaca
Bupati Bangkalan Lukman Hakim meminta kepolisian mengusut tuntas kasus kematian ASN sekaligus Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, RYS (50) di Bandara Juanda. CNN Indonesia/Farid
Bupati Bangkalan Lukman Hakim meminta kepolisian mengusut tuntas kasus kematian ASN sekaligus Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, RYS (50) di Bandara Juanda. CNN Indonesia/Farid

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menginginkan agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus kematian RYS (50), Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, yang ditemukan dalam keadaan meninggal secara misterius di Bandara Internasional Juanda. Lukman menyatakan harapannya agar pihak kepolisian segera mengungkap penyebab kematian pegawainya tersebut.

"Ya, itu yang paling penting harapannya agar masalah ini segera terungkap berkaitan dengan meninggalnya salah satu pegawai kita," ujarnya pada Selasa (30/6).

Harapan Proses Hukum yang Transparan

Lukman juga menekankan pentingnya proses hukum yang transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. "Dan semoga segera terungkap dan selesai, sehingga tidak ada pertanyaan, tidak ada persepsi dan sebagainya yang sebenarnya dan penyelesaian secara hukum biar clear," ungkapnya.

Dia melanjutkan bahwa keluarga korban telah menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. "Sementara ini dari pihak keluarga sudah memberikan ya semua urusan agar diungkap oleh kepolisian," kata Lukman.

Sementara itu, Lukman mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan kepada keluarga korban. "Saya dan tentunya kami dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menyampaikan turut berbela sungkawa mendalam dan semoga atas kejadian ini, kami ikut berduka kepada keluarga agar diberikan kesabaran dan semoga almarhumah tenang di sisi-Nya," tambahnya.

Keluarga Temukan Kejanggalan

Keluarga RYS, ASN Pemkab Bangkalan yang mayatnya ditemukan di dalam mobil dinas Toyota Innova hitam di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, mencurigai adanya kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Mereka menduga ada sosok pria misterius yang terlibat dalam kematian RYS.

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa kecurigaan tersebut didasarkan pada rekaman CCTV yang diperlihatkan oleh pihak kepolisian kepada keluarga. Ia menjelaskan bahwa dalam rekaman tersebut, mobil dinas korban tampak dikemudikan oleh seorang pria sendirian saat mengambil tiket parkir.

"Laki-laki itu yang ngambil tiket parkir, di situ tampak sendirian. Tangan kirinya megang setir, di CCTV itu [terlihat] pakai jam tangan. Tangan kanannya keluar ngambil tiket. Pakai masker warna putih, berkacamata minus, berkaus warna biru, tidak pakai topi, rambut ikal," jelas Risang.

RYS yang berada di kursi penumpang sebelah kiri tidak terlihat dalam rekaman tersebut. Risang menduga bahwa posisi jok penumpang tempat korban ditemukan sengaja direbahkan agar tubuhnya tidak tampak dari luar kendaraan. "Berarti memang dari awal sudah direbahkan joknya [oleh pelaku] sehingga tidak kelihatan," ucapnya.

Kejanggalan juga terlihat dalam rekaman CCTV di area parkir, di mana pria tersebut terlihat meninggalkan kendaraan tanpa ada orang lain yang keluar dari kursi penumpang. "Yang keluar hanya orang itu saja, satu itu," ungkapnya.

Setelah meninggalkan mobil, Risang mencurigai pria tersebut berpindah menggunakan taksi. "Dia turun, berpindah ke taksi," katanya.

Selain itu, kejanggalan lain ditemukan pada barang-barang milik korban. Beberapa perhiasan yang dikenakan RYS tidak ditemukan saat jenazah diautopsi. Gelang dan kalung korban tidak ada di tubuhnya ketika ditemukan, sedangkan anting sebelah kiri lepas diduga akibat benturan. "Saat autopsi, yang diserahkan ke keluarga hanya anting kanan dan cincin di sebelah kiri," ungkapnya.

Dompet dan ponsel korban diketahui masih aman dan telah diamankan oleh penyidik. Ponsel tersebut diyakini menjadi kunci bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku. "Kami yakin polisi sudah memindai HP korban dan sudah mengetahui petunjuknya mengarah ke mana," kata Risang.

Dari semua fakta yang terkumpul, Risang meyakini bahwa lokasi kejadian bukan di Bandara Juanda, melainkan tempat lain yang digunakan pelaku untuk membuang jenazah korban. Ia juga menanggapi hasil autopsi sementara yang menunjukkan adanya indikasi kekerasan dan kematian yang tidak wajar. "Ada indikasi kekerasan dan indikasi kematian yang tidak wajar. Diungkapkan di situ lazim ditemukan pada korban mati lemas, kekurangan oksigen, asfiksia," jelasnya.

Sementara itu, aparat Polresta Sidoarjo masih mendalami kasus ini. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko, menyatakan bahwa tim telah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. "Kamis masih melakukan identifikasi dan anggota masih ke TKP lakukan lidik," kata Siko saat dikonfirmasi.

Jenazah perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh sejumlah driver taksi online yang mencurigai adanya bau busuk dari mobil yang terparkir. Mereka melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan bandara. General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, telah mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut dan menyatakan bahwa manajemen bandara mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib.

// Artikel Terkait