Populasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung saat ini mengalami peningkatan yang signifikan. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan agar pemerintah tidak sembarangan memperkenalkan spesies asing sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini.
Triyanto, seorang peneliti dari BRIN, menjelaskan bahwa cara terbaik untuk mengendalikan populasi ikan invasif adalah dengan mengembalikan ekosistem asli sungai. Hal ini mencakup perlunya menjaga keberadaan predator alami, seperti biawak dan berang-berang. Ia menekankan, "Memasukkan musuh alaminya yang bukan dari Indonesia malah nanti menambah hewan baru. Justru yang penting adalah bagaimana kita memperbaiki kondisi kualitas air."
Menurut Triyanto, kualitas air yang baik akan mendorong ikan lokal dan predator alami untuk berkembang biak kembali. Ia menambahkan, "Ikan lokal tumbuh, berlangsunglah predasi alami. Jadi ada nanti ikan baung, ikan gabus bisa hidup. Di Ciliwung itu dulu ada labi-labi yang besar sekarang sudah tidak ditemukan."
Dengan menjaga ekosistem dan kualitas air, diharapkan keberadaan ikan lokal dan predator alami dapat terjaga, sehingga masalah populasi ikan sapu-sapu dapat teratasi secara alami.