Fenomena Bulan Purnama yang diprediksi akan muncul pada 26 Oktober 2026 menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir Indonesia. Peristiwa ini berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut, yang dapat memicu terjadinya banjir rob di beberapa lokasi.
Direktorat Meteorologi Maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa potensi banjir rob tersebut didasarkan pada pemantauan data ketinggian muka air laut dan analisis prediksi pasang surut. Selain Bulan Purnama, fenomena perigee yang diperkirakan terjadi pada 29 Oktober 2026 juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan ketinggian air laut.
Pengaruh Bulan Purnama dan Perigee
Perigee adalah kondisi ketika Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Sementara itu, Bulan Purnama terjadi ketika Bulan terlihat bulat penuh dari Bumi, karena bagian permukaannya yang menghadap Bumi mendapatkan cahaya Matahari secara maksimal. Kombinasi dari kedua fenomena ini dapat memengaruhi pola pasang surut air laut.
Dengan meningkatnya ketinggian pasang maksimum, wilayah pesisir yang rentan dapat menghadapi risiko banjir rob. BMKG telah mengidentifikasi 15 lokasi pesisir di Indonesia yang berpotensi mengalami banjir rob akibat fenomena ini. Di antara daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan adalah pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dampak dan Antisipasi terhadap Aktivitas Masyarakat
Potensi serupa juga terdapat di pesisir Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku. Banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal atau bekerja di kawasan pesisir. Dampak yang mungkin terjadi meliputi gangguan pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman, serta usaha tambak garam dan perikanan darat.
Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut disarankan untuk memantau perkembangan kondisi pasang air laut, terutama pada periode yang berpotensi mengalami peningkatan pasang maksimum. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan bersiap menghadapi dampak dari pasang maksimum air laut. Warga juga disarankan untuk memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru sebelum melakukan aktivitas di wilayah pesisir.
Informasi mengenai kondisi cuaca maritim dapat diakses melalui situs resmi BMKG. Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center BMKG di nomor 196 atau mengikuti akun media sosial X dan Instagram @BMKGmaritim. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi kantor BMKG terdekat.
Kewaspadaan sangat diperlukan, karena dampak dari pasang maksimum air laut dapat bervariasi di setiap wilayah, tergantung pada kondisi pesisir dan karakteristik pasang surut setempat.