Lebih besar dan lebih lengkap, tetapi harga masuknya justru turun 4.000 yuan (sekitar Rp10,21 juta). Itulah tawaran BYD lewat Seagull generasi kedua yang diluncurkan di Zhengzhou, Henan, Selasa (20/10/2026). Di sejumlah pasar, termasuk Indonesia, mobil listrik ini dikenal sebagai Atto 1.
Harga awal Seagull baru ditetapkan 65.900 yuan (sekitar Rp168,24 juta), lebih rendah daripada generasi sebelumnya yang dilepas mulai 69.900 yuan pada Mei. Varian Freedom, Comfort, dan Flying dipatok 72.900 yuan, 75.900 yuan, dan 82.900 yuan. Varian tertinggi, Smart, dibanderol 99.900 yuan (sekitar Rp255,04 juta). Harga tukar tambah berkisar 62.900 yuan hingga 96.900 yuan setelah potongan 3.000 yuan.
Bodi tumbuh signifikan. Panjangnya kini 4.205 milimeter, bertambah 425 milimeter dari generasi sebelumnya, dengan lebar 1.810 milimeter dan tinggi 1.570 milimeter. Jarak sumbu roda bertambah 150 milimeter menjadi 2.650 milimeter, sehingga kabin memuat lima penumpang, naik dari empat. Bagasi depan berkapasitas 94 liter, sedangkan bagasi belakang mencapai 1.380 liter.
Tenaga ikut naik. Dua varian awal memakai motor 85 kW (114 hp), tiga lainnya 95 kW (127 hp). Keduanya melampaui unit lama 55 kW, dengan torsi 130 N·m pada roda belakang. Tiga varian teratas, mulai 75.900 yuan (sekitar Rp193,77 juta), berbaterai 39,2 kWh dengan jarak tempuh 420 km menurut standar CLTC atau sekitar 340 km menurut standar WLTP. Varian ini dapat diisi daya dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit di stasiun khusus, dengan pengisian gratis setahun bagi pemakaian nonkomersial. Dua varian awal berbaterai 30,1 kWh menempuh 320 km CLTC (sekitar 259 km WLTP) tanpa pengisian kilat.
Di dalam kabin, layar 15,6 inci memakai DeepSeek, sementara sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 berbasis LiDAR tersedia sebagai opsi. Keselamatan didukung hingga enam kantong udara. Konsumsi energinya 9,0 kWh per 100 km dengan radius putar 4,95 meter.
Sebagai pembanding, Atto 1 di Indonesia dijual Rp199 juta untuk varian Standard berbaterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km. Varian Dynamic dipatok Rp210 juta, sedangkan Premium Rp245 juta dengan baterai 38,88 kWh dan jarak tempuh hingga 380 km. Artinya, harga awal di China sekitar Rp30,76 juta lebih rendah. Di sisi lain, perbandingan itu belum sepadan. Harga di China adalah harga panduan resmi, sedangkan harga di Indonesia berlaku di Jakarta dan sekitarnya.
Penjualan Seagull pun belum pulih. Pada September, Seagull terjual 38.650 unit, naik 11,75 persen secara tahunan dan 7,05 persen dari Agustus. Namun, sembilan bulan pertama 2026 turun 33,22 persen menjadi 265.901 unit, padahal sepanjang 2025 terjual 529.537 unit. Sejak debut pada April 2023, totalnya sekitar 1,55 juta unit.