Wednesday, 21 October 2026
Teknologi

Kekhawatiran Pelajar Terhadap Pemahaman Materi di Era Kecerdasan Buatan

Sebanyak 91 persen pelajar mengungkapkan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengurangi pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Meskipun demikian, mereka tetap optimis akan peluang kar...

J
Jonathan Michael
20 October 2026 18 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id - Sebuah survei menunjukkan bahwa 91 persen pelajar merasa khawatir bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) dapat mengurangi pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kemudahan yang ditawarkan oleh AI dan pemahaman pelajar mengenai materi yang mereka pelajari.

Survei HP Futures 2026 yang melibatkan lebih dari 6.000 pelajar dari 37 negara, termasuk 2.097 pelajar dari Indonesia, mengungkapkan kebiasaan pelajar dalam mengingat materi. Di tengah meningkatnya penggunaan AI, sebanyak 52 persen responden masih memilih metode cetak atau tulisan tangan sebagai cara untuk membantu mereka mengingat pelajaran, sementara 17 persen lainnya menggunakan ringkasan berbasis AI sebagai metode utama.

Persepsi Pelajar Terhadap AI dalam Pendidikan

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun AI dapat mempercepat proses belajar, hal tersebut tidak selalu membuat pelajar merasa lebih memahami materi yang diajarkan. Kecepatan dalam menyelesaikan tugas dan kemampuan untuk menyerap pengetahuan merupakan dua aspek yang perlu dibedakan dalam penerapan teknologi di dunia pendidikan.

Walaupun memiliki kekhawatiran tersebut, pelajar Indonesia tetap optimis mengenai masa depan karier mereka di tengah perkembangan AI. Sebanyak 67 persen responden percaya bahwa AI akan menciptakan lebih banyak peluang kerja daripada menghilangkannya. Selain itu, 84 persen pelajar merasa mampu menggunakan perangkat AI dengan efektif dan bertanggung jawab dalam karier mereka di masa depan. Sebanyak 88 persen juga menilai bahwa pendidikan yang mereka terima saat ini telah mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja.

Pentingnya Keterampilan di Era AI

David McQuarrie, Chief Commercial Officer HP dan Ketua HP Futures, menilai bahwa perkembangan AI menuntut sistem pendidikan untuk memperkuat kemampuan yang tetap relevan di tengah perubahan teknologi. “Sistem pendidikan perlu berbuat lebih banyak untuk membantu pelajar mengembangkan, menunjukkan, dan terus mengasah kemampuan yang tetap bernilai, apa pun arah perkembangan teknologi,” ungkap David dalam keterangan persnya.

Survei ini juga memetakan keterampilan yang dianggap penting oleh pelajar Indonesia untuk menghadapi pasar kerja di masa depan. Kreativitas menjadi keterampilan teratas dengan 67 persen, diikuti oleh kemampuan berpikir kritis sebesar 63 persen, serta komunikasi dan kolaborasi sebesar 58 persen. Sementara itu, literasi AI dan digital berada di posisi kelima dengan 40 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa pelajar tidak hanya memandang penguasaan teknologi sebagai bekal masa depan, tetapi juga menempatkan kemampuan berpikir dan berinteraksi sebagai keterampilan penting.

Mayank Dhingra, Director & Global Head Education Business and Strategy HP, menyatakan bahwa pelajar Indonesia merasa terbantu oleh AI untuk bekerja lebih cepat, namun tetap khawatir mengenai kedalaman pemahaman mereka. “Suara pelajar harus mendapat tempat yang kuat dalam diskusi, seiring sistem pendidikan menentukan arah kurikulum dan model penilaian ke depan,” kata Mayank.

Laporan HP Futures 2026 merekomendasikan agar literasi, numerasi, dan pembelajaran yang membantu membentuk identitas siswa tetap menjadi fondasi pendidikan. Pendekatan kreatif dan praktik langsung juga dinilai penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Selain itu, laporan tersebut mendorong pembuat kebijakan untuk memasukkan keterampilan jangka panjang, seperti kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, ke dalam inti sistem pendidikan. Dukungan terhadap pendidik dan pengembangan model penilaian juga menjadi bagian dari rekomendasi untuk menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh AI.

// Artikel Terkait