Saturday, 17 October 2026
Teknologi

Alasan Mengapa Menggunakan HP Saat Berkendara Dapat Menyebabkan Mual

Menggunakan handphone saat berkendara dapat menyebabkan mual dan pusing, terutama pada perjalanan jauh. Hal ini disebabkan oleh cara otak memproses informasi gerakan yang tidak selaras.

M
Made Wirawan
16 October 2026 11 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA - Menggunakan handphone (HP) saat berada di dalam mobil dapat memicu rasa mual dan pusing bagi sebagian orang, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh. Fenomena ini berkaitan dengan cara otak memproses sinyal gerakan yang diterima dari mata dan telinga bagian dalam.

Dokter dan influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa mabuk perjalanan atau kinetosis terjadi ketika otak mendapatkan informasi yang tidak konsisten dari berbagai sistem tubuh. Situasi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, mual, hingga pusing selama perjalanan.

Penyebab Mabuk Perjalanan

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram-nya, dr Cecep menyebutkan bahwa telinga bagian dalam berfungsi mendeteksi gerakan dan guncangan kendaraan melalui sistem vestibular yang berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh. Namun, saat seseorang fokus pada layar HP, mata mereka lebih banyak melihat objek yang relatif diam meskipun kendaraan tetap bergerak.

Perbedaan informasi yang diterima ini dapat membuat otak kesulitan dalam menyelaraskan sinyal gerakan. Akibatnya, beberapa orang mengalami gejala mabuk perjalanan seperti mual, pusing, dan keringat dingin. “Layar HP pas badan goyang bikin otak makin bingung. Mending simpen HP dan liat lurus ke jalanan jauh di luar kaca,” jelas dr Cecep.

Tips Mencegah Mabuk Perjalanan

Oleh karena itu, mengurangi penggunaan HP selama perjalanan bisa menjadi langkah efektif untuk mencegah mabuk perjalanan. Mengalihkan pandangan ke objek yang jauh di luar kendaraan dapat membantu mata mengenali gerakan yang terjadi.

Selain itu, posisi duduk juga penting untuk diperhatikan. Disarankan untuk duduk menghadap ke arah perjalanan kendaraan dan menjaga posisi tubuh tetap tegak agar lebih nyaman. Kondisi perut juga berperan dalam kenyamanan selama perjalanan; sebaiknya hindari makan berlebihan atau membiarkan perut kosong. Makanan yang pedas dan berlemak sebaiknya dibatasi jika dapat memicu ketidaknyamanan.

Jika aroma parfum atau bau menyengat di dalam mobil memperburuk rasa mual, membuka sedikit jendela untuk mendapatkan udara segar dapat membantu, selama situasi memungkinkan dan aman. Jika mabuk perjalanan disertai muntah berulang hingga menyebabkan dehidrasi, tubuh terasa sangat lemas, atau pusing yang tidak kunjung reda setelah perjalanan, segera konsultasikan ke dokter.

Pusing yang disertai sakit kepala hebat, penglihatan ganda, kesulitan berbicara, atau kelemahan pada satu sisi tubuh juga memerlukan perhatian medis segera, karena bisa menjadi tanda kondisi serius, bukan sekadar mabuk perjalanan.

// Artikel Terkait