Friday, 26 June 2026
Peristiwa

Upaya TH Menutupi Penganiayaan Terhadap Yuvita Sebelum Melarikan Diri

TH diduga melakukan berbagai cara untuk menyembunyikan tindakan penganiayaan yang dialaminya Yuvita Tri Rezeki, termasuk menipu petugas rumah sakit dengan mengaku sebagai saudara korban.

I
I Gusti Ngurah Pramana
23 June 2026 17 pembaca
Foto: Fauzi Ridwan
Foto: Fauzi Ridwan

BANDUNG -- Terduga pelaku penganiayaan, TH, berusaha menutupi tindakannya terhadap Yuvita Tri Rezeki dengan berbagai cara. Pada tanggal 9 Juni, saat membawa Yuvita ke rumah sakit, TH diduga melakukan penipuan dengan mengelabui petugas di Rumah Sakit Ujung Berung dan Rumah Sakit Hasan Sadikin.

TH meminta bantuan Resa Rohendi, seorang penjaga kos, untuk mengantarkan Yuvita ke rumah sakit dan meminta agar ia diperkenalkan sebagai saudara korban. Resa merasa aneh dan curiga saat diminta bantuan oleh TH untuk mengantar Yuvita. Ia mengungkapkan bahwa pelaku lebih memilih menggunakan sepeda motor daripada menemani Yuvita dengan mobil, yang seharusnya dilakukan oleh seorang suami. "Berangkat dari sini (kosan) si Ipey (panggilan pelaku) maunya pakai motor. Harusnya sebagai suami kan nemenin istri ke rumah sakit. Ini nggak, malah saya yang nemenin ke sana," ujarnya.

Pengakuan Resa Tentang Kejadian

Resa menjelaskan bahwa Yuvita, yang kini mengalami kebutaan, dipindahkan dari kosan ke mobil dengan cara dipangku oleh TH. Setibanya di rumah sakit, TH meminta Resa untuk menjawab bahwa ia adalah saudara korban jika ada pertanyaan dari petugas. "Waktu di mobil nemenin, nggak sempat ngobrol karena kondisi korban udah parah," tambahnya.

TH beralasan bahwa jika ia mengaku sebagai suami, penanganan medis akan menjadi rumit. Ia memilih untuk menunggu di parkiran karena khawatir akan terpancing emosi jika bertemu petugas. "Kalau misalnya Om akuin saya sebagai saudara lah, saudara Om gitu kan. Soalnya kalau misalnya si Ipey mengaku seorang suami takutnya ribet. Penanganannya penanganan dari rumah sakit itu telat," jelas Resa menirukan ucapan TH.

Tekanan dan Ancaman dari TH

Setelah dokter menanyakan penyebab luka berat yang dialami Yuvita, Resa menjelaskan bahwa suami korban berada di luar menunggu dan ia membantu. Ia mengaku lebih memilih untuk jujur karena takut disalahkan. Selama proses tersebut, TH terus menghubungi Resa, yang dirasakannya sangat mengganggu. Resa akhirnya mengangkat telepon dari TH dan diminta untuk memperkenalkan diri sebagai saudara kepada petugas, namun ia merasa keberatan karena khawatir akan ditanya terkait keluarga korban.

Penolakan Resa membuat TH marah dan bahkan mengancam akan merusak rumah sakit. Dengan tekanan dari TH, Resa kemudian bertanya kepada petugas keamanan mengenai kondisi Yuvita dan menyarankan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. TH kemudian membawa Yuvita ke RSHS Bandung, di mana Resa baru menyadari bahwa kondisi Yuvita sangat parah.

Setelah tiba di IGD, TH sempat mengancam petugas rumah sakit jika mereka tidak segera menangani Yuvita. Dokter kemudian bertanya mengapa Yuvita baru dibawa ke rumah sakit sekarang, bukan saat kejadian. Resa menyatakan bahwa dokter terus mendesaknya hingga akhirnya ia mengakui bahwa ia bukan pemilik kosan, melainkan penjaga kosan yang hanya mengikuti perintah TH.

// Artikel Terkait