Jakarta dilaporkan berada di urutan kelima sebagai kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, menurut pemantauan kualitas udara oleh IQAir pada Rabu, 21 Oktober 2026, antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Di tingkat nasional, Jakarta menempati posisi kedua dengan skor polusi 176, hanya di bawah Palembang yang memiliki skor 441.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengatasi masalah kualitas udara yang buruk. Hal ini dilakukan menjelang dua acara internasional yang akan berlangsung di Jakarta pada akhir pekan ini.
Persiapan untuk Acara Internasional
Pramono menyatakan, "Kebetulan kemarin hadir BMKG dan juga Kepala Badan, dan saya menyampaikan tanggal 24-25 (Oktober) kan ada acara yang bersifat internasional yaitu Jakarta Running Festival dan konser Ye." Ia juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan OMC sebelum kedua kegiatan tersebut berlangsung. Rencana pelaksanaan OMC dijadwalkan pada 22-23 Oktober 2026.
Harapan untuk Kualitas Udara yang Lebih Baik
Diharapkan, melalui OMC, hujan dapat terjadi di wilayah Jakarta, sehingga kualitas udara dapat membaik, terutama saat pelaksanaan Jakarta Running Festival (JRF) dan konser Ye (Kanye West). Pramono berharap, "Sebenarnya kalau hari ini bisa mulai hari ini. Jadi saya berharap bahwa mudah-mudahan sebelum pelaksanaan Jakarta Running Festival, Jakarta sudah lebih sejuklah. Mudah-mudahan awannya memenuhi itu."
Ajang lari JRF 2026 direncanakan berlangsung pada 24-25 Oktober 2026, sementara konser Ye akan diadakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan. Menurut IQAir, kualitas udara Jakarta saat ini menunjukkan angka 175 dengan konsentrasi partikel PM2.5 mencapai 89,5 mikrogram per meter kubik, menandakan kondisi udara yang tidak sehat.