Rumah Susun (Rusun) Waduk Pluit yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara, saat ini menghadapi masalah serius dengan penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS). Dalam beberapa hari terakhir, TPS tersebut dilaporkan penuh karena adanya antrean untuk pembuangan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa ia telah memantau situasi ini. Ia menjelaskan bahwa penumpukan sampah terjadi akibat kapasitas pembuangan ke TPST Bantargebang yang masih dibatasi setelah insiden longsor yang terjadi pada Maret 2026. "Seperti kita ketahui, di Rusun Waduk Pluit karena adanya keterlambatan antrean di TPST-TPST yang ada, kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan," ujarnya saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta.
Langkah Penanganan Sampah
Pramono Anung menyatakan bahwa ia telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk segera melakukan pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Ia menargetkan bahwa semua sampah di Rusun Waduk Pluit dapat ditangani dalam waktu maksimal 10 hari. "Saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya 8 sampai 10 hari," tambahnya.
Untuk mempercepat proses pengangkutan, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah dikerahkan ke lokasi. Beberapa alat berat juga telah diturunkan untuk membantu dalam proses ini. "Hari ini yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan sepuluh personel yang bekerja di lapangan. Satu sampai dua hari ke depan akan kami tambah. Mudah-mudahan 8 sampai 10 hari akan selesai," jelas Pramono.
Upaya Perbaikan Berkelanjutan
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan kondisi di Rusun Waduk Pluit dapat segera membaik dan penumpukan sampah tidak terjadi lagi di masa mendatang. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di kawasan tersebut.