Friday, 26 June 2026
Peristiwa

Transformasi Digital PT Pos Indonesia: Saran dari Anggota DPR RI

Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, mendorong PT Pos Indonesia untuk segera melakukan transformasi digital dan integrasi layanan guna meningkatkan daya saing di sektor logistik.

T
Theresia Okta Anindya
26 June 2026 2 pembaca
Foto: Antara/Anis Efizudin
Foto: Antara/Anis Efizudin

Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, menekankan pentingnya PT Pos Indonesia untuk segera melakukan transformasi digital dan integrasi layanan. Dalam pandangannya, perusahaan milik negara ini perlu memperkuat segmen logistik dan marketplace untuk menghadapi tantangan di era digital.

Optimalisasi Jaringan dan Aset Nasional

Doni menyatakan bahwa perbaikan di PT Pos Indonesia dapat dicapai melalui optimalisasi pemanfaatan jaringan dan aset yang dimiliki. Menurutnya, jaringan saat ini masih terfragmentasi dan perlu disatukan dalam satu kanal manajerial yang lebih efisien. Ia menambahkan, keberhasilan PT Pos Indonesia di masa depan sangat bergantung pada strategi dan kemampuan tata kelola dalam mengubah jaringan fisik yang besar menjadi ekosistem logistik digital yang mampu bersaing langsung dengan perusahaan swasta yang semakin beragam.

Pentingnya Tata Kelola yang Efektif

“PT Pos Indonesia memiliki keunggulan berupa sarana dan prasarana yang hampir tidak dimiliki oleh perusahaan swasta lainnya,” ungkap Doni. Ia juga menekankan bahwa perusahaan ini tidak boleh hanya bergantung pada sejarah panjang atau keunggulan yang ada. Menurutnya, diperlukan langkah besar dalam tata kelola agar transformasi digital yang direncanakan tidak hanya menjadi jargon belaka. Doni mengingatkan bahwa roadmap yang ada harus dapat diimplementasikan dengan baik sehingga dapat menurunkan biaya logistik nasional secara nyata dan bersaing dengan perusahaan logistik swasta.

“Efektivitas PT Pos Indonesia dapat diukur dari dua indikator utama: seberapa cepat ia mampu mengonsolidasi layanannya untuk masyarakat, dan seberapa tangguh ia berdiri sebagai korporasi mandiri di tengah pasar yang tidak mengenal belas kasihan pada BUMN yang lambat bertransformasi,” jelas anggota partai Golkar tersebut.

// Artikel Terkait