Komando Operasi TNI Habema memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial, yang menunjukkan personel TNI diduga terlibat dalam pengambilan komputer di Kantor Bupati Intan Jaya, Papua. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun @kata_rakyat di Instagram dan langsung menarik perhatian publik.
Kepala Penerangan Koops, Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Sabtu (25/7/2026), menyatakan, "Koops TNI Habema bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran dan verifikasi. Berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta."
Penjelasan Terkait Video Viral
Wirya menjelaskan bahwa video yang beredar tersebut sebenarnya merekam peristiwa yang terjadi pada tahun 2021, ketika Satgas Yonif 501/BY melakukan pemeriksaan keamanan di kantor bupati. Pemeriksaan ini dilakukan setelah adanya laporan dari salah satu aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.
Dalam video tersebut, tampak personel TNI mendobrak pintu di ruangan kantor bupati. Namun, Wirya menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah untuk mengambil komputer, melainkan untuk memastikan keamanan dan kondisi bangunan. "Pada saat itu, beberapa pintu ruangan dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini berkembang," jelasnya.
Respons Terhadap Narasi yang Beredar
Dengan adanya klarifikasi ini, TNI berharap masyarakat dapat memahami konteks sebenarnya dari peristiwa yang terjadi dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. TNI berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta akan terus melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di masyarakat.