Monday, 14 September 2026
Peristiwa

Kecelakaan KM Virgo: Ombak Tinggi Hantam Kapal di Laut Jawa

Basarnas melaporkan bahwa KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa akibat hantaman ombak yang diperkirakan lebih dari tiga meter. Informasi ini diperoleh dari keterangan penumpang yang s...

S
Stephanie Marissa
14 September 2026 1 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Basarnas mengungkapkan bahwa Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa akibat hantaman ombak yang tingginya lebih dari tiga meter. Kesimpulan ini diambil berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah penumpang yang berhasil selamat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa informasi tersebut didapat setelah tim SAR menerima kapal pertama yang membawa 69 korban pada malam sebelumnya. “Disampaikan bahwa diawali dari adanya cuaca buruk. Itu dikonfirmasi atau dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak itu bisa masuk sampai ke dalam kapal Virgo Transport 8 ini,” ujar Syafii dalam konferensi pers mengenai perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Senin (14/9/2026).

Informasi dari Korban Selamat

Syafii menambahkan bahwa keterangan dari para penumpang yang selamat menjadi salah satu sumber informasi penting untuk menggambarkan kondisi di lokasi kecelakaan. Informasi ini sangat berharga setelah para korban yang berhasil dievakuasi memberikan penjelasan mengenai situasi yang mereka alami saat kapal mengalami kecelakaan. Menurutnya, jika gelombang dapat masuk ke dalam kapal, hal tersebut menunjukkan bahwa tinggi ombak saat kejadian diperkirakan lebih dari tiga meter. “Kita sama-sama tahu kalau ombak itu bisa masuk, berarti pada saat itu memang lebih dari tiga meter. Itu dari informasi yang didapat,” ujarnya.

Koordinat dan Investigasi Kecelakaan

Basarnas juga memanfaatkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memahami kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian. Syafii menyatakan bahwa posisi kapal yang mengalami kecelakaan diketahui berdasarkan koordinat yang diperoleh tim, berjarak sekitar 80 mil laut dari posisi Basarnas saat konferensi pers. Namun, Basarnas belum dapat menyimpulkan bahwa cuaca buruk atau gelombang tinggi menjadi penyebab kecelakaan, karena penentuan faktor penyebab memerlukan investigasi teknis berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber. “Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sudah bergabung dengan kita untuk mengumpulkan informasi data-data, hasilnya nanti bisa menjadi bahan investigasi,” tambah Syafii.

Hingga Senin (14/9/2026) pukul 15.30 WITA, Basarnas melaporkan bahwa sebanyak 115 korban telah ditemukan, terdiri dari 109 korban selamat dan enam orang yang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 128 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang. Dari 115 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 korban sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, termasuk 85 orang dalam keadaan selamat dan satu orang meninggal dunia. Satu korban lainnya tiba di Lanud Syamsudin Noor, sementara 28 korban lainnya masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Ahad (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026).

// Artikel Terkait